Sementara itu, diwawancarai jabarpublisher.com usai mendatangi Kantor BPK, Ketua Umum LASKAR Indonesia, Koko Ali Permana menjelaskan sejumlah poin penting. “Kedatangan kami ke BPK sebagai tindak lanjut dari pemberitaan-pemberitaan tentang RSUD Waled. Kami juga meminta BPK memberikan hasil audit (Laporan Hasil Pemeriksaan/LHP) soal RSUD Waled ini, dan Alhamdulillah mereka menyanggupinya,” jelas Koko didampingi tiga anggota LASKAR.
Soal mengendapnya sejumlah kasus yang ditangani penegak hukum, Ia menegaskan akan melakukan koordinasi dengan institusi yang berada di atasnya. “Seluruhnya kami kawal. Kalau memang ada kasus-kasus yang mandeg, kami segera koordinasi dengan Kapolda, ada apa dengan Polres? Bahkan bila perlu kami akan kawal kasus-kasus ini sampai ke KPK,” cetusnya.
Di sisi lain, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Jawa Barat guna mendalami sejumlah masalah yang menerpa RSUD Waled. “Bagaimanapun, kedudukan Dinkes Jabar adalah sebagai pembina dinkes di kota kabupaten. Jadi harus kami tembusi terkait kontraktor, mekanisme lelang, site plan dan lainnya,” tegas aktifis yang tengah menempuh studi S2 ini. (jay/crd/tim)
