KJA Offshore Pertama di Indonesia Ada di Pangandaran

KJA Offshore Pertama di Indonesia Ada di Pangandaran
0 Komentar

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti menuturkan, bahwa hadirnya KJA offshore ini, merupakan wujud dari cita-cita Presiden, yang ingin Indonesia maju kedepan dalam budi daya aquaculture.

“Di Pangandaran ini, saya selain aquaculture ini juga mengembangkan Politeknik untuk pendidikan, research, dan juga membesarkan KJA, juga terkait urusan pakan,” kata Susi.

Susi menyebut, akan mengelola KJA nanti adalah KUD Minasari, Minapadi, dan Minarasa, dari Parigi, Batu Karas, dan Pangandaran.

Baca Juga:AKBP Suhermanto Akan Lanjutkan Kebijakan Kapolres LamaSuper Meriah! Perayaan Hari Kartini Di SDN 1 Dompyong Wetan

Nelayan akan mendapatkan hasil dari Sisa Hasil usaha (SHU) dari kelola usaha KJA yang dilakukan kerjasama dengan BUMN, Perindo, dan Perinus.

“Jadi bersama-sama masyarakat hasilnya untuk dijual disini (dalam negeri), ataupun untuk ekspor,” ungkap Susi.

Susi juga menjelaskan bahwa dipilihnya ikan kakap putih sebagai bibit yang dikembangkan, adalah untuk mengembalikan jenis ikan tersebut yang sudah hampir jarang, padahal sebelumnya kakap putih merupakan salah satu ikan yang paling banyak dicari di Pangandaran.

Selain itu, kakap putih juga dinilai bisa diolah menjadi berbagai produk ketimbang jenis ikan budidaya lainnya. Pasar kakap putih pun dilihat lebih luas. Permintaan kakap putih lebih banyak dari Amerika Serikat (AS), Eropa, dan Australia.

Tak lupa, Susi memohon kepada para nelayan, supaya sadar menjaga lingkungan laut Pangandaran.

“Mudah-mudahan cita-cita Presiden menjadikan poros maritim tercapai, selain penangkapan, juga ada KJA Offshore, teknologi ini luar biasa,” katanya.

Menurut Susi, perlu satu kekuatan besar baik dari koperasi, kemudian BUMN untuk sinergi. Sebab ini pekerjaan besar. Kalau KJA Offshore dua tahun berhasil, akan ditambah keberadaannya di beberapa tempat lagi.

Baca Juga:Bahas LKPJ, Banyak SKPD Yang AbsenDPRD Jabar Apresiasi Capaian Pemprov Jawa Barat

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengungkapkan, Jawa Barat secara geografis, memiliki kawasan yang dikelilingi laut baik di utara dengan laut Jawa, dan selatan dengan Samudera Hindia. Sehingga Jabar memiliki potensi di bidang perikanan dan kelautan yang tidak diragukan lagi.

“Potensinya amat sangat luas, panjang pantai 842,66 km, dan luas laut lebih dari 18.000 km2, serta secara administratif terdiri dari 11 Kota/Kabupaten di Jawa Barat yang memiliki hak pengelolaaan atas sumber daya perikanan dan kelautan di wilayah teritorial 12 mil laut,” kata Gubernur Ahmad Heryawan.

0 Komentar