Santy: Saya Tegaskan Tidak Pernah Terlibat Dalam LGBT, Apalagi Konon Katanya Saya Ketua LGBT, Buktikan!!

Santy: Saya Tegaskan Tidak Pernah Terlibat Dalam LGBT, Apalagi Konon Katanya Saya Ketua LGBT, Buktikan!!
0 Komentar

CIREBON – Sehari pasca debat terbuka pasangan calon bupati dan wakil bupati Cirebon yang digelar KPU Kabupaten Cirebon, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menganggap pertanyaan pasangan calon nomor urut 2 yang dilontarkan kepada pasangan Kalinga-Santy kaitan dengan LGBT tidak mendasar.

Karena pada saat menyerang paslon yang disung Gerindra dan PKS ini seolah-olah sengaja memanfaatkan hal yang tidak tepat terkait sikap dan pandangan calon wakil bupati Hj Dian Hernawa Susanty soal LGBT.

Lagian dikatakan Ketua DPD PKS Kabupaten Cirebon, Junaedi ST pada saat jumpa persnya karena saat itu paslon yang ia usung menyanggah pertanyaan itu tidak utuh karena kondisinya waktu yang tidak cukup ditambah lagi dengan suasana kondisi yang gaduh antar pendukung.

Baca Juga:Debat Terbuka Perdana, Paslon Saling Serang PertanyaanDD 2018, Desa Sumber Kidul Bangun Polindes

“Saya kira mereka lebih kepada menjustifikasi, oleh karena itu kami perlu melakukan penegasan ulang terkait tuduhan mendukung LGBT supaya lebih jelas dan tidak nglantur,” kata Junaedi kepada wartawan di Markas PKS, Kamis (19/04/2018) sore.

Ditegaskan, praktik LGBT sudah ada bahkan sejak zaman dahulu. Kaitan dengan hal itu PKS dengan tegas menyatakan praktik hubungan seksual mereka dilarang.
“Sehingga alangkah naifnya PKS dan bu wabup mendukung aktifitas LGBT,” tegasnya.

Masih disampaikan Junaedi, bahkan pihaknya siap mendukung adanya Raperda yang mengatur hal itu, namun bukan dalam rangka untuk menjustifikasi. “PKS sudah cukup tegas di pembahasan RUU diatas dalam melegalkan LGBT.
Tapi sikap tegas menolak LGBT bukan untuk menjauhkan mereka. Dalam rangka persepektif dakwah itu kita tidak bisa memilah-milah orang tertentu. Semua kita sentuh termasuk maaf komunitas yang kita anggap jauh dari ajaran agama harus didekati,” sambungnya.

Kedekatan Santi, lanjutnya, dengan komunitas itu juga dalam rangka dakwah dan pekerjaan. Ia yakin, Santi juga sama tidak melegalkan praktek hubungan seksual mereka, hanya saja sebagai seorang yang mudah bergaul ia dekat dengan siapapun.

“Yang jadi catatan debat semalam moderatornya kurang tegas. Harusnya ketika tahu itu pertanyaan yang menjatuhkan secara personal dan diluar tema harus langsung dicut,” imbuhnya.

Sementara itu calon wakil bupati, Hj Dian Hernawa Susanty menambahkan, saat debat ia tidak bisa menyampaikan sikapnya terkait LGBT secara utuh karena waktunya singkat. Sehingga perlu adanya penegasan untuk menghindari adanya justifikasi.

0 Komentar