Kegiatan lain, yaitu pendakian Puncak Yamin dan Mandala akan berlangsung selama Mei-Juni. Puncak dari rangkaian kegiatan ini adalah Festival Budaya yang akan berlangsung Oktober di Jakarta dan Bandung.
Dalam Festival Budaya akan digelar forum pendidikan dan pameran. Selain itu, ada juga publikasi seperi pemutaran film tentang kegiatan Live In Papua. Dengan kata lain, Festival Budaya nanti sebagai sarana publikasi kegiatan yang telah berlangsung di Papua.
Latar belakang digelarnya Festival Puncak Papua ini adalah untuk menghilangkan stigma negatif tentang Papua. Melalui kegiatan ini, diharapkan bisa mengangkat segala potensi positif yang dimiliki Papua.
Baca Juga:Tingkatkan Pemberdayaan UMKM, bank bjb Gandeng Bank SampoernaNonton Tomb Rider Gratis Bareng bank bjb
“Kita ingin membuka ruang informasi dengan cara kita membentuk wadah interaksi antara masyarakat umum dengan masyarakat Pegunungan Bintang di Papua,” tutur Dzaki, Ketua Pelaksana Festival Puncak Papua.
Dzaki berharap masyarakat luas akan semakin banyak ikut berpartisipasi dalam kegiatan ini. “Terlibat bisa dengan banyak cara, bisa pergi ke sana atau kalau ada yang ingin bergabung di Festival Budaya Puncak Papua yang di Bandung dan Jakarta,” harap Dzaki. “Dan harapan saya juga nilai-nilai positif dari kegiatan ini bisa menular ke masyarakat lainnya,” pungkasnya.
Sebelumnya, para peserta juga diberikan pelatihan. Khususnya pelatihan di alam terbuka. Pelatihan dilakukan dalam empat kali tahapan. Pelatihan pertama di pegunungan Ciwidey dan Desa Cidadap. Pelatihan kedua di pegunungan Cangkok Subang dan Gunung Halimun. Pelatihan ketiga pemanjatan di Tebing Citatah 125, dan pelatihan keempat di pegunungan Argopuro Jawa Timur.
Sementara itu, dalam sambutannya Aher memberikan apresiasi untuk Festival Puncak Papua ini. Dia yakin kegiatan positif yang diusung Wanadri dan Indonesia Mengajar ini, bisa menghadirkan pengalaman dan manfaat lebih luas kepada masyarakat.
“Kegiatan ini sangat berharga, menghadirkan pengalaman secara khusus bagi para pelakunya, dan manfaat untuk masyarakat setempat, khususnya saudara-saudara kita di sana (Papua),” ujar Aher.
Aher berpesan, agar peserta menghadirkan kekokohan stamina jasmani rohani dan rohani selama berada di Papua. Mereka juga diminta mengkomsumsi makanan bergizi tingkas tinggi, seperti madu, susu, dan daging.
