Koperasi Guru Di Babakan & Gebang Macet Rp 5,6 Miliar

Koperasi Guru Di Babakan & Gebang Macet Rp 5,6 Miliar
0 Komentar

“Keinginan saya simpel saja. Tolong kembalikan hak tabungan istri saya. Dan saya yakin para guru lain yang jumlahnya mencapai 250 orang, juga menginginkan hak yang sama,” kata ES suami almarhum anggota KPRI Utama.

Kadisdik: Akan Saya Panggil Lagi!

Sementara itu, dugaan adanya pinjaman macet di KPRI Utama Babakan Gebang membuat Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Kab Cirebon marah. Kata dia, KPRI yang dimaksud sudah pernah diberikan peringatan olehnya untuk segera diselesaikan. Ternyata sekarang muncul kembali dan membuatnya geram. “Sudah saya berikan peringatan, kalau muncul kasus seperti ini lagi di UPT yang sama (Babakan dan Gebang) berarti pengurus koperasi itu belum menyelesaikan,” kata Kadisdik Kabupaten Cirebon, Asdullah Anwar, Sabtu (31/3/2018).

Ia menegaskan akan memanggil kembali para pihak terkait untuk segera menyelesaikannya. “Akan saya panggil lagi. Karena ini menyangkut uangnya para guru. Kasus ini muncul semenjak saya baru menjabat sebagai Kadisdik. Saya baru menjabat sudah dapat kasus seperti ini. Dan sudah saya beri peringatan,” tandasnya.

Baca Juga:Soal Sekda, Selly: Senin, SK Kemendagri TurunHumas Pemkab Bekasi Kembali Sabet Penghargaan

Dikatakan Asdullah, UPTD Kecamatan Babakan dan Gebang sebagai pembina koperasi harus ikut bertanggungjawab juga. “Untuk itu saya menghimbau kepada koperasi-koperasi. Dan saya kira koperasi itu punya pengawas, RAT setiap tahun dilakukan mengapa disitu tidak terkontrol. Seharusnya kalau koperasi koleps itu segera laporkan! Kalau sudah begini baru dilaporkan. Jadi selama ini tidak berfungsi pengawasnya. RAT tidak jalan,” pungkasnya.

Ketua KPRI Utama Babakan – Gebang, Rahidi S.Pd saat dikonfirmasi terkait adanya dugaan pinjaman macet Rp 5,6 miliar dan pengembalian uang tabungan milik anggota sebesar Rp 2,2 miliar, Minggu (1/4/2018) tidak menjawabnya. Yang bersangkutan hanya membaca saja pesan whatsapp yang dikirim wartawan. (gfr/crd)

0 Komentar