Batal Ibadah Haji Kita
Lainnya, dicuplik dari komentar youtube oleh Edison Mahawarman tertulis (7/3/2018): “Seharusnya PT KAI DAOPS 2 , TIDAK BISA MENEBANG POHON SEENAK NYA SAJA, KARENA URUSAN TEBANG POHON ,HARUANYA IJIN, WALIKOTA BANDUNG, MELALUI DINAS PERTAMANAN, KOK BISA YA PT KAI DAOP 2 main tebang sembarangan, apapun alasan nya, karena pohon pohon di kota Bandung jumlahnya sudah semakin sedikit, jadi harus banyak menanam pohon kembali, ,apalagi saat ini adanya program Citarum Harum,,yg banyak menanam pohon dan melarang buang sampah sembarangan, perlu di usut tuntas, siapa yg menyuruh tebang pohon di Eks SPBU KEBON KAWUNG,?.MARI KITA DUKUNG WALIKOTA BANDUNG UNTUK MELINDUNGI POHON POHON DI KOTA BANDUNG,DAN KITA DUKUNG BAPAK PQNGDAM SILIWANGI UNTUK PROGRAM CITARUM HARUM”.
Selanjutnya, Adi Raksanagara mengomentari di youtube (7/3/2018): “Ada atau tidak ada Perda, terpaksa atau tidak, pohon adalah makhluk hidup ciptaan Yang Maha Kuasa. Ketika berhaji, setitik rumput saja tercerabut, batal ibadah haji kita. Sebegitu ketatnya aturan untuk menghargai makhluk hidup. Ini pohon yang sudah sekian lama berjuang untuk tumbuh di lahan yang penuh semen, trotoar dan aspal, kok dengan tanpa beban gini digeruduk habis… dengan cara brutal gini. Kalau pun perlu ditebang, Dinas Pertamanan punya aturan, punya cara juga. Ampuun….”.
Sementara itu Erlan Effendy diketahui sebagai pegiat penyelamatan lingkungan yang juga sebagai vocalist Wachdach Band serta Ketua BMC (Bandung Music Council), masih di youtube (7/3/2018) menulis: “Inilah manusia2 yg tidak memiliki sense terhadap kondisi lingkungan.. Demi sebuah proyek .. Akan dibangun apapun teu langkung da miliknya, tapi menebang pohon yg sdh berumur puluhan tahun..pasti ada aturannya. Disaat sebagian masyarakat penggiat lingkungan sedang menyuarakan Jabar Darurat Lingkungan dengan segala upaya melakukan kegiatan perbaikan lingkungan, penanaman pohon.. Naah PT KAI koq melakukan hal seperti ini.. Sangat Disanyangkan..sedih dan keuheul , semoga ada tindakan tegas dari pemerintah Yang menarik komentar dari Erlan Effendy oleh dirinya pada hari yang sama di share ke rekannya Arief Prasetya yang dikira masih menjabat sebagai Kadis Perumahan Kawasan Permukiman Pertanahan dan Pertamanan (DPKP3), padahal Arief Prasetya sudah mengalami mutasi menjadi kepala DPU. Arief dengan simpatik rupanya mengupayakan perihal ‘aduan’Erlan rekannya. Soal ini disampaikan ke Kadis DPKP3, sambil mengungkap beberapa catatan: tapi pengalaman kalo penebangan pada lahan private/pribadi itu sudah tanggung jawab pemilik lahan, kecuali pohon tsb ber ada pada lahan milik pemerintah/ruang publik yg dikelola oleh pemerintah itu menjadi tanggung jawab pemerintah kota bdg”. Sayangnya, hingga berita ini ditulis belum ada konfirmasi dari Kadis DPKP3 Kota Bandung kepada Erlan Effendy.
