Menurut Riri, yang dikontak redaksi melalui ponsel, saat di lapangan hanya berkonsentrasi menyelamatkan aset, dan mempertanyakan legalitas proses penertiban. “Intinya saya taat hukum. Sengketa ini akan berlanjut, diurus pengacara. Nah, soal pohon itu, kenapa juga ditebang ya?” begitu buntut pernyataannya sambil menjelaskan, dirinya sejak lama bergiat di penyelamatan lingkungan –“Saya juga pengurus Gerakan Hejo bersama Pak Eka Santosa. Nasib pohon bagi RTH (ruang terbuka hijau) kalau tak salah dari Perda Kota Bandung nomor 07 Tahun 2011 rinci mengaturnya. Ada pasal dan sanksi pelanggarannya. Nantilah, dibahas lanjut.”
Kata Warga dan Pegiat Lingkungan
Kisah berlanjut, pada hari Selasa pagi 7 Maret 2018 Harri Safiari mengunggah penggalan video penertiban ini, yang seketika bergentayangan di media sosial. Seketika unggahan di youtube, sontak meraup pelihat sekitar 230 hingga pukul 22.00 WIB di hari yang sama. Ada ragam komentar di dalamnya. Sebenarnya, di unggahan youtube yang berjuluk “PT KAI Daop 2 Bandung Tebang Pohon di Area SPBU Kebon Kawung – Apa PerlunyaMusnahkan Pohon ini?”, hadir tuturan Jay Qadarsih. Ia diwawancarai Stanley Teguh dengan dokumentator Matadenmas Don.
Sekilas ada kejutan dramatis, spontan Stanley berucap:” Tidak tanggung-tanggung, pohon juga digusur. W o w …!” setengah berteriak penuh emosi kala melihat pohon diruntuhkanloader alat berat. Sejumput kemudian, muncul Jay Qadarsih dengan wajah bak memendam rasa gereget. Andai dibolehkan, menebak bebas isi kecamuk hati Jay – Apa salah pohon ini? Haruskah ia dimusnahkan? Bukankah, kita sangat memerlukan kehadiran pohon di planet ini? Sementara efekglobal warming, nyata menerpa kita?
Baca Juga:PLN Jawab Polemik Sengketa Lahan & Alasan Lokasi Proyek PLTA Dijaga AparatIni Klarifikasi PLN Atas Demo Warga Terkena Proyek PLTA Upper Cisokan Di KBB
Ternyata, video lain di youtube, masih menyoal hal yang sama dari penertiban SPBU Kebon Kawung ini, pun diunggah Matadenmas Don. “Hati saya sangat tergerak karena peristiwa ini. Soal pohon ditumbangkan eskavator, miris nih…” timpal Matadenmas Don yang biasa disapa Mas Don ketika ditanya per pertelepon – maksud pengunggahannya apa? Lainnya, spontan Dadan Ramdan, Direktur Eksekutif Walhi Jabar, sehari setelah peristiwa penertiban, kala itu ia masih berposisi di luar kota Bandung, angkat bicara:” Oh, berarti PT KAI Daop 2 Bandung sudah kedua kalinya melakukan hal yang sama, menebang pohon. Yang pertama di wilayah kebon Jeruk Kota Bandung di pinggir jalan tahun 2015. Nah, sekarang di Kebon Kawung, ujarnya dengan menambahkan – “Intinya, saya sedang di lapangan nih. Letak pohon ini di lahan negara, seharusnya ada izin Diskamtam. Ini diatur Perda pengelolaan RTH kota Bandung.”
