“Sehingga pepatah ‘kurung batokeun’ , atau ‘bagai katak dalam tempurung’ sudah tidak melekat lagi pada diri orang Sunda atau warga asal Jawa Barat, sekarang nggak ya, orang Sunda mulai ada dimana-mana ya. Bersyukur apabila orang Sunda ada kemajuan dalam mengejar tujuan hidup di tempat ‘ngumbara,’ atau tempat rantaunya,” kata Aher.
Sementara itu, Ketua Umum Forum Komunikasi Masyarakat Tatar Sunda Pangumbaraan (Formas Sunda Ngumbara) Wilayah Jawa Timur, Kang Sarpin, mengaku senang pihaknya diperhatikan Gubernur Aher.
“Saya merasakan sendiri, selama saya ‘ngumbara’ dari jaman kuliah sampai sekarang, kira-kira 24 tahun, baru Gubernur sekarang, Kang Aher yang perhatian dan sering ‘nengok’ kami,” katanya.
Baca Juga:Nyumarno: Banner Hasanah Dirusak Orang, Paslon Kita Sudah DiperhitungkanPembongkaran SPBU Kebon Kawung Oleh KAI Dicap Langgar Prosedur
Perhatian itulah yang membuatnya bergairah memelihara rasa ‘Sunda’ dalam jiwanya. Ia merasa tak dilupakan oleh pimpinan dari Daerah asalnya, Jawa Barat.
Kang Sarpin pun berpesan kepada masyarakat Sunda dimanapun, yang mengembara, untuk mawas diri dan menunjukan etika, serta prestasi yang terbaik ditempat Ia berada.
Dalam kesempatan itu pun, Gubernur Aher memberikan bantuan berupa satu set alat musik gamelan, satu set angklung, serta satu set alat musik tagonian untuk Formas Sunda di Jawa Timur. (rls/hms)
