Begitu pun di Jawa Barat, rencananya akan hadir pula Jalan Majapahit, dan Jalan Hayam Wuruk yang akan ada di Kota Bandung.
Pun sebelumnya, DI Yogyakarta sudah terlebih dahulu memiliki nama jalan bernuansa Jawa Barat, yaitu Jalan Padjadjaran dan Jalan Siliwangi.
Lewat harmoni budaya tersebut, Aher berharap akan hadir keakraban diantara masyarakat Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, yang semakin erat.
Baca Juga:Aher: Semua Perusahaan di Jabar Harus Miliki Tim OlahragaWarga Sunda Mengembara, Aher: Jangan ‘Malu-maluin’
“Uniknya, di tahun politik ini yang ramai dengan isu perpecahan, kita malah bersatu,” ujar Aher.
Adapun Jalan Siliwangi di Surabaya, diakomodir dari Jalan Gunungsari (sebagian), mulai dari pertigaan Jalan Gajah Mada sampai dengan pintu masuk tol Gunungsari.
Sedangkan Jalan Pasundan diakomodir dari sebagian Jalan Dinoyo yang dimulai dari perempatan Jalan Keputran (Jalan Keputran, Jalan Sulawesi, Jalan Dinoyo, Jalan Pandegiling) sampai pertigaan Jalan Majapahit (Jalan di depan Universitas Widya Mandala Surabaya).
Tiga Gubernur
Tiga Gubernur, diantaranya Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), Gubernur Jawa Timur Soekarwo (Pakde Karwo), dan Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X, me-launching, atau meluncurkan dua nama jalan tersebut.
Gubernur Jawa Timur, Soekarwo menyebut upaya rekonsiliasi yang diupayakan, merupakan langkah berani yang juga layak ditempuh oleh semua elemen bangsa. Karena keberagaman keragaman merupakan sumber kekuatan bangsa Indonesia.
“Semoga inisiatif yang kita lakukan kemarin di Yogyakarta, sekarang di Jawa Timur, di Surabaya, dan kemudian akan dilakukan di Jawa Barat, membawa prospek masa depan sosial yang baik dalam ‘nation character building’ atau pembangunan jiwa bangsa,” ungkap Pakde Karwo.
Pakde Karwo menyambungkan, bahwa penting bagi pemuda, mengetahui peristiwa sejarah Pasunda Bubat sebagai peristiwa budaya. Disamping menjaga keakraban budaya yang berkesinambungan, sebagai inspirasi untuk daerah lain.
Baca Juga:Nyumarno: Banner Hasanah Dirusak Orang, Paslon Kita Sudah DiperhitungkanPembongkaran SPBU Kebon Kawung Oleh KAI Dicap Langgar Prosedur
“Kami masyarakat Jawa Timur berterima kasih atas kebesaran jiwa Kang Aher, juga Sri Sultan Hamengku Buwono dalam memfasilitasi pertemuan ini. Semoga jadi bagian penting, jadi hadiah penting bagi Kang Aher sebelum masa jabatannya habis,” Kelakar Dia.
Kang Aher, sebut Pakde Karwo, telah menempuh jalan yang luar biasa setelah 661 tahun sejarah Perang Bubat, kini sejarah tersebut diselesaikan dengan hati yang tulus. Juga Sultan Hamengku Buwono sebagai ‘pengadem’, atau penentram keadaan, yang juga sosok pemimpin yang juga pelindung budaya Jawa.
