Implementasi F2F telah menghasilkan pertumbuhan bisnis yang positif bagi para pesertanya. Sebagian besar bisnis peternakan peserta mengalami pertumbuhan dalam beberapa bulan setelah mereka mulai menerapkan GDFP. “Kami sangat senang dengan antusiasme para peserta F2F untuk secara aktif mengikuti program kami, terutama melihat peningkatan GDFP mereka. Hal ini mendorong kami untuk melanjutkan upaya kami untuk menginspirasi dan mendukung para peternak sapi perah untuk menerapkan praktik ini secara konsisten dan berkelanjutan karena kami percaya bahwa potensi pertumbuhan ekonomi di kalangan peternak sapi perah di Indonesia masih sangat tinggi. Kami berharap dapat terus memperkuat program kami dengan menjangkau daerah lain di Indonesia dan memperbaiki materi pelatihan kami secara bertahap, yang bertujuan untuk menjangkau lebih banyak peternak sapi perah lokal di Indonesia,” ujar Operations Director Frisian Flag Indonesia, Vedavyas Vemuri.
Program Farmer2Farmer diselenggarakan melalui kolaborasi FrieslandCampina dan FFI dengan Koperasi Peternak Sapi Bandung Utara (KPSBU) Lembang-Jawa Barat, Koperasi Peternakan Bandung Selatan (KPBS) Pangalengan, Jawa Barat, Koperasi Bangun Lestari Tulung Agung, Jawa Timur, Koperasi Usaha Tani Ternak (KUTT) Suka Makmur, Jawa Timur dan dukungan penuh dari Pemerintah Belanda melalui instrumen kemitraan publik-swasta Kementerian Luar Negeri Belanda, yakni FDOV. Melalui FDOV, FFI memanfaatkan kesempatan tersebut untuk secara substansial memperbaiki produktivitas dan keberlanjutan di kalangan peternak, melalui pelatihan dan dukungan teknis. Implementasi Program Farmer2Farmer diharapkan dapat mengatasi masalah perekonomian para peternak sapi perah serta memenuhi kebutuhan susu segar di Indonesia. (rls/cuy)
