Ketua PWI Jabar, Mirza Zulhadi mengungkapkan, tahun 2018 ini diwarnai dengan kegalauan media khususnya cetak dalam menghadapi masa depan. Konvensi media masa di Padang pada 9 februari lalu saat peringatan HPN, menggambarkan kegalauan itu.
“Masyarakat kita sekarang ini seolah sudah mabuk informasi, ada kejenuhan disana, revolusi digital dan hoax sudah tak terkontrol,” ujarnya.
Tetapi, lanjut dia, bila berbicara fakta, sebenarnya media tidak perlu khawatir terutama pada media mainstrem atau media arus utama. Survei KPI mencatat, 87% masyarakat masih mempercai berita melalui media televisi. Bahkan, 92% masyarakat tidak mempercayai informasi yang beredar di media sosial.
Baca Juga:BPBD Jabar Gerak Cepat Hadapi Bencana HidrometeorologiUdah Tau Belum? Harga BBM Naik Lagi Hari Ini
“Mereka menyukai berita di medsos karena isu-isu, tapi tetap untuk kebenaran mereka mencari media arus utama,” ungkapnya. (adv/hms)
