Gokil..!! Bisnis Minuman Kemasan Bisa Curi Uang Negara Rp 1,47 Triliun

Gokil..!! Bisnis Minuman Kemasan Bisa Curi Uang Negara Rp 1,47 Triliun
2 Komentar

KAB. BANDUNG BARAT – Informasinya, PT. Tirta Amarta Bottling Company (PT TABC) adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) dan Minuman Berasa. Produk yang dihasilkan antara lain VIRO, AXO, dan Ted’s. PT TABC ini berdiri pada tahun 2008 di Jl. Industri Cimareme 1 No. 12 dan saat ini sedang berkembang dengan adanya perluasan area pembangunan pabrik III/6.

Rony Tedy sang Dirut PT TABC ternyata sudah ditetapkan tersangka atas dugaan kasus pembobolan PT Bank Mandiri Tbk Commercial Banking Center Bandung 1 tahun 2015 dengan kerugian negara sebesar 1.478.077.609.322 rupiah.
Warga di Jalan Cimareme, Bandung Barat pun geleng-geleng kepala yang ditemui JP, Jumat, 26/1/2018. Ia mengaku baru mengetahui, perusahaan air minum kemasan yang berada di wilayahnya Jalan Industri Cimareme, ternyata mampu membobol uang negara.

Wow. Bisnis air saja sudah bisa curi uang negara melalui Bank Mandiri trilyunan Rupiah ujar seorang warga saat mendengar adanya penggeledahan PT TABC oleh penyidik Kejaksaan Agung Kamis (25/1/2018) lalu.

Baca Juga:Udah Tau Lagi Jadi DPO Polisi, Malah Minta Surat Jalan, Jadi Ketangkep DehSijago Merah Lalap 7 Ruko dan Kontrakan Karyawan

Rony Tedy berperan sebagai penerima kredit dengan merekayasa persyaratan, tetapi dananya tidak digunakan sesuai peruntukannya. Selain menahan Rony, sebelumnya Kejagung juga sudah menetapkan tersangka kepada tiga pejabat Bank Mandiri karena diduga bertindak sebagai pengusul pengajuan kredit kepada PT Bank Mandiri. Selain Rony Tedy, salah satu direktur di anak usaha Tirta Amarta, yakni Jongki Budiman, juga pernah diperiksa oleh pihak Kejaksaan Agung.

Kepada JP, Kepala Seksi Penerangan Umum Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Raymond Ali, S.H., M.H. menegaskan bahwa pihak Kejati Jabar siap sedia mendampingi penyidik Kejaksaan Agung dalam penggeledahan tersebut. Yang menangani kasus korupsi pemberian kredit dari Bank Mandiri tersebut ditangani oleh penyidik Kejaksaan Agung. Kemarin kami hanya mendampingi, kata Raymond di ruang kerjanya, Jumat, 26/1/2018.

Tim penyidik Kejagung berhasil menyita sejumlah dokumen yang diamankan dari tiga ruangan menggunakan sebuah koper besar. Dokumen tersebut akan digunakan untuk melengkapi penyidikan yang saat ini masih dilakukan.

2 Komentar