CIREBON – Bakal calon bupati Cirebon dari pasangan Rakyat, H Rakhmat SE menyempatkan menghadiri acara peringatan Maulid Nabi yang diselenggarakan Jamiyah Al Badriyyah Desa Cikeduk Kecamatan Depok Kabupaten Cirebon, Sabtu (13/1/2018).
Meskipun, bakal calon bupati Cirebon yang diusung Partai Golkar, Demokrar dan PBB serta di dukung Partai Hanura ini baru menyelesaikan pemeriksaan kesehatan di RS Hasan Sadikin Bandung, kemarin. Namun tak menyurutkan langkahnya untuk menghadiri acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Cikeduk tersebut.
Menurut Rakhmat, makna Maulid Nabi Muhammad SAW yang dalam dunia terus diperingati setiap tanggal kelahiran beliau bukan lagi sebuah kesemarakan seremonial belaka, tapi menjadi sebuah momen spiritual untuk mentasbishkan sosok beliau sebagai figur tunggal yang mengisi pikiran, hati dan pandangan hidup.
Baca Juga:Anton Charlyan: Relawan Saya Dilarang Kampanye HitamNasDem Panaskan Mesin Partai Untuk Menangkan Bapaslon Lutfhi-Qomar
“Kita sebagai generasi pengikutnya beliau, kita perlu meniru dengan sikap keteladanan beliau, kearifan beliau serta kebijaksanaan beliau dalam bermasyarakat,” kata Rakhmat usai menghadiri Maulid Nabi Muhammad SAW bersama Jamiyah Al Badriyyah.
Selain itu, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW adalah ungkapan kegembiraan dan kesenangan dengan beliau, selain sebagai ekspresi rasa syukur atas kelahiran Rasulullah SAW. Subtansi dari peringatan Maulid Nabi ini adalah mengukuhkan komitmen loyalitas pada beliau.
“Setidaknya kita meneguhkan kembali kecintaan kepada Rasulullah SAW. Bagi seorang mukmin, kecintaan terhadap Rasulullah SAW adalah sebuah keniscayaan, sebagai konsekuensi dari keimanan,” ungkapnya.
Dikatakan Rakhmat, kecintaan pada utusan Allah ini harus berada di atas segalanya, melebihi kecintaan pada anak dan isteri, kecintaan terhadap harta, kedudukannya, bahkan kecintaannya terhadap dirinya sendiri.
“Mari kita tanamkan keteladanan Rasul ini dalam keseharian kita, mulai hal terkecil, hingga paling besar, mulai kehidupan duniawi, hingga urusan akhirat. Serta jangan lupa tanamkan pula keteladanan terhadap Rasul ini kepada putra-putri kita, melalui kisah-kisah sebelum tidur misalnya. Sehingga mereka tidak menjadi pemuja dan pengidola figur publik berakhlak rusak yang mereka tonton melalui acara televisi,” tandasnya.
Dalam acara Maulid Nabi Muhammad SAW bersama Jamiyah Al Badriyyah dihadiri puluhan ulama dan kiyai se-Kabupaten Cirebon. (gfr)
