Ke depan, khususnya pada 2018 ini, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan melalui pembangunan unit sekolah baru, yaitu SMA sebanyak 3 unit dengan total Rp 15 M dan SMK sebanyak 2 unit sebesar Rp 10 M. Sementara itu, untuk rencana pengadaan lahan pada 2018 ini akan dilakukan untuk SMA dan SMK dengan total masing-masing sebesar Rp 15 M. Hal ini akan menjadi prioritas, mengingat berdasarkan data Dinas Pendidikan Jawa Barat, 69 sekolah yang terdiri dari 45 SMA dan 24 SMK di 21 kabupaten/kota di Jawa Barat belum memiliki lahan mandiri. Dengan demikian, diharapkan target dalam menyelesaikan permasalahan lahan akan tuntas pada 2019.
Aher menghimbau kepada semua pihak baik dunia usaha atau masyarakat umum agar membantu dunia pendidikan disamping pengembangan bidang lain. “Yang jelas pendidikan ini gerakan bersama, tentu selama ini tanggung jawab pemerintah paling besar. Tentu ketika ada pihak-pihak lain yang ingin membantu dipersilahkan, terbuka,” himbau Aher.
Kepala Sekolah SMA Negeri 9 Kota Bandung Agustia Mulyadi mengatakan pada 2016, gedung sekolah SMA Negeri 9 Kota Bandung rusak diterjang banjir, sehingga mengakibat jebolnya tembok pembatas sekolah. Tujuh ruang kelas dan perpustakaan tergenang air. Sementara 35 unit komputer terendam dan ribuan buku hancur, serta dokumen-dokumen penting milik sekolah hilang.
Baca Juga:Waiting List Jemaah Haji Jabar, Dua Hal Ini Harus DisadariHAB ke-72, Kemenag Diminta Tingkatkan Layanan Publik Melalui Digital
Beberapa hari setelah peristiwa terebut, atas kerjasama semua pihak, tembok bisa dibangun kembali. Sejak saat itu, pihak sekolah pun berupaya terus agar musibah yang sama tidak terulang kembali.
Salah satu upaya yang dilakukan, gedung sekolah yang pernah terendam banjir bangunannya ditinggikan. “Kita membangun komitmen dengan Komite Sekolah pada waktu itu. Bangunan-bangunan yang terkena banjir kita naikan permukaannya. Dengan berbekal sisa anggaran Rp 150 juta pada bulan April 2017 nekat saja Dengan Bismillah, kita lakukan peletakan batu pertama ruang kelas ini,” cerita Agustia Mulyadi dalam sambutannya di acara peresmian.
Hampir dua tahun berselang dari peristiwa tersebut, gedung sekolah yang rusak selesai diperbaiki. SMAN 9 Kota pun Bandung mendapat bantuan dari berbagai pihak. Bahkan tidak hanya memperbaiki, pihak sekolah berhasil membangun Ruang Kelas Baru. (rls/hms)
