BANDUNG – Kementerian Agama RI berdiri pada 3 Januari 1946. Sejak saat itu, 3 Januari diperingati sebagai hari Amal Bakti (HAB). Indonesia menjadi negara pertama di dunia yang memiliki Kementerian (Departemen kala itu) di bidang Agama.
Di usianya ke-72 pada tahun ini, sebagai bagian dari kelembagaan negara, Kemenag diminta terus berinovasi terutama terkait dengan pelayanan publik. Dalam amanat yang dibacakan oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), Menteria Agama (Menag) RI Lukman Hakim Saifudin meminta Kemenag baik pusat maupun daerah di seluruh Indonesia meningkatkan layanan publik melalui digitalisasi.
Pada masa kekinian, Menurut Menag, tantangan bekerja semakin berat karena dunia menghadapi zaman yang cepat berubah. Lingkup masyarakat lebih luas, meliputi warga global hingga generasi digital. Tuntutan publik pun semakin tinggi, terbuka, dan spontan. Untuk itu, diperlukan sikap yang tepat dan cerdas dalam merespons tuntutan masyarakat terhadap Kementerian Agama.
Baca Juga:Sekda Pilih Walk Out Saat Diambil Sumpah JabatanIvan: Baru Ada Dalam Sejarah, Dalam 4 Tahun, Mutasi Pejabat Sudah 19 Kali
“Kita semua bekerja untuk melayani rakyat dengan menggunakan sarana dan anggaran yang merupakan hak rakyat. Oleh karena itu, fokus perhatian kita jangan hanya sekadar menyerap anggaran secara maksimal setiap tahun. Penyerapan anggaran harus diselaraskan dengan kepentingan dan kebutuhan masyarakat, sehingga manfaatnya terasa optimal,” ujar Aher membacakan amanat Menag pada Upacara Hari Amal Bakti ke-72 Kementerian Agama Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2018 di Kantor Wilayah (Kanwil) Kementeriam Agama Provinsi Jawa Barat, Jl. Jenderal Sudirman Kota Bandung, Rabu (3/1/2018).
“Di sisi lain, kita juga harus giat berinovasi agar lembaga kita terasa kekinian, jangan sampai dianggap seperti mesin tua yang usang. Karenanya, saya berharap tahun ini semua layanan di pusat dan daerah sudah dilakukan secara digital dan terintegrasi dalam Sistem Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) sebagai implementasi e-Government,” lanjutnya.
Sementara itu, ditemui usai upacara peringatan HAB ke-72, Gubernur Aher mengatakan bahwa Kementerian Agama adalah kementerian yang mengayomi semua agama yang ada di Indonesia.
“Ini (Kemenag) menjadi sangat khas karena di negara lain tidak ada Kementerian Agama, di Indonesia ada. Pertanda bahwa negeri ini negeri yang berbasis agama. Tentu saja Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai Sila Pertama dalam Pancasila itu melekat betul dalam anak negeri dan dalam keadaan keberagamaan negeri, sehingga negeri ini negeri yang berbasis kegamaan yang sangat kuat, moralnya moral keagamaan yang sangat kuat,” tutur Aher.
