Empat Bacabup Cirebon Samakan Tujuan Lawan Petahana

Empat Bacabup Cirebon Samakan Tujuan Lawan Petahana
0 Komentar

CIREBON – Kabarnya, sang Petahana kembali direkomendasi oleh Partai politiknya untuk dipersiapkan pada ajang Pilkada bupati dan wakil bupati Cirebon 2018 mendatang.

Kabar kembali direkomendasinya petahana, membuat para elit politik yang juga bakal calon bupati dari beberapa partai di Kabupaten Cirebon ini, bersatu untuk menyamakan persepsi dan mendorong pelaksanaan pemilihan bupati dan wakil bupati ini mengarah ke head to head untuk menghadapi petahana.

Pada Selasa (19/12/2017) malam, Ketua DPC PKB Kabupaten Cirebon, Mohamad Luthfi ST, bakal calon bupati dari Partai Golkar, H Rakhmat SE, bakal calon bupati dari PKS, H Satori, dan bakal calon bupati dari Partai Gerindra, H Kalinga berkumpul di salah satu tempat untuk menyatukan persepsi dan mendorong agar hanya dua pasang calon di Pilbup Cirebon 2018 bisa terwujud.

Baca Juga:Santo: Salah Merekom, Ini Akhir Kejayaan PDIPJalan Cipto Bakal Dibuat Satu Arah, Saat…

Saat dikonfirmasi, H Rakhmat, menurutnya, pertemuan yang dilakukan tak lain merupakan langkah awal untuk menghadapi Pilbup Cirebon 2018 mendatang. Sebab katanya, dalam pilkada nanti yang dihadapi adalah incumbent, maka setidaknya bisa diminimalisir pasangan calon yang bakal maju.

“Memang kalau dua pasang calon agak repot, paling tidak tiga. Itu pun calon yang satunya boneka petahana. Jadi untuk menghindari calonnya itu ada empat, ya syukur-syukur bisa head to head,” kata Rakhmat, Rabu (20/12/2017).

Ia melanjutkan, dalam pertemuan tersebut juga masing-masing saling terbuka tentang persiapan yang sudah dilakukan menghadapi Pilbup Cirebon nanti. Jangan sampai, kata dia, kesiapannya tidak memadahi namun dipaksakan yang pastinya akan menguntungkan petahana.

Ia juga menyampaikan, keempatnya pun telah memiliki kesamaan perasaan bagaimana caranya ke depan Kabupaten Cirebon bisa digantikan kepemimpinannya.

“Karena dengan beberapa hal kita melihat situasi kondisi sekarang yang sangat memprihatinkan. Baik masyarakatnya yang kurang diperhatikan, maupun tata kelola pemerintahan yang tidak jelas. Sehingga outputnya tidak ada sama sekali, bahwa ini bagian dari keberhasilannya,” kata Rakhmat.

Hal yang sama diungkapkan, H Satori, menurutnya, pertemuan dirinya dengan ketiga elit politik tersebut merupakan langkah awal, untuk bersama-sama membangun daerahnya ke arah lebih baik dengan membangun kekuatan besar menghadapi petahana di pilkada nanti.

0 Komentar