“Peralatan-peralatan semacam augmented reality, virtual reality, interactive floor, itu secara berkala perlu kita setting ulang agar sensor tetap presisi dan tepat timingnya,” jelas Hary.
Lalu kedepan, pengelola museum juga memikirkan untuk menyediakan tour conductor yang menguasai bahasa asing selain Inggris, mungkin Belanda, Tiongkok, dsb. “Selain itu juga kami mulai memikirkan beberapa sarana yang ramah untuk penyandang disabilitas,” tambahnya. Hary mengatakan tercatat 10 orang wisatawan mancanegara dan satu rombongan penyandang tuna rungu Tour telah mengunjungi museum pascaperesmian.
Hary dan Tim Konten Museum Gedung Sate optimis akan perkembangan materi di Museum Gedung Sate. “Tim memang merancang materi museum ini untuk dapat terus tumbuh sesuai dengan penemuan-penemuan fakta sejarah baru mengenai Gedung Sate dan atau peristiwa bersejarah yang melatarbelakanginya,” katanya menanggapi beberapa pertanyaan pengunjung mengenai ‘celah’ sejarah di masa setelah pembangunan Gedung Sate.
Ingin Nyaman, Simak Ini!
Baca Juga:Lima Bacabup Gerindra Lakukan PendalamanDesk Pilkada PKB: Rekom dan Koalisi Sebentar Lagi
Pada prinsipnya, Museum Gedung Sate disiapkan untuk dapat dinikmati semua kalangan. Namun, ada kondisi psikis dan kesehatan tertentu yang perlu mendapatkan perhatian demi kenyamanan pengunjung sendiri. “Bagi para pengidap penyakit kelainan jantung, vertigo, darah tinggi, dan acrophobia (phobia ketinggian), disarankan untuk tidak mencoba wahana Virtual Reality (VR) Balon Udara. Beberapa pengunjung yang nekat mengalami pusing usai mencoba VR,” kata Hary.
Budaya antri juga menjadi perhatian Pengelola Museum. Hary merasa masyarakat Jawa Barat juga perlu memahami perihal antri ini karena khusus grup (lebih dari lima orang), pengelola sangat amat menyarankan untuk reservasi terlebih dahulu. “Untuk waktu operasional, pukul 09.30 -16.00 WIB. Buka tiap hari, Senin dan hari besar nasional libur. Untuk jadwal kunjungan, reservasi, dan informasi sila hubungi Call Center Museum Gedung Sate (022) 4267753 (jam dan hari kerja),” katanya.
Museum Gedung Sate diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) dan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar, Jumat (8/12/17). Menelan biaya Rp11,5Miliar, Museum Gedung Sate menyajikan tema sejarah, yang dikemas dalam sensasi teknologi digital dan interaktif. (rls/hms)
