Ia menuturkan, Deklarasi Djuanda merupakan tonggak dari penyatuan wilayah NKRI yang utuh dan tidak lagi terdapat laut internasional, sehingga melalui pernyataan diri sebagai negara kepulauan maka laut bukan pemisah melainkan pemersatu bangsa.
“Melalui deklarasi ini juga wilayah laut Indonesia semakin bertambah luas menjadi 5,8 juta km persegi dan pada tanggal 13 desember kemudian ditetapkan sebagai hari Nusantara oleh presiden kelima melalui Kepresnya tahun 2001,” tuturnya.
Pihaknya berkomitmen untuk menterjemahkan arahan Presiden untuk melaksanakan pembangunan dan pengelolaan kelautan melalui 3 misi yaitu kedaulatan, keberlanjutan dan kesejahteraan. Salah satu wujud nyatanya, kata Mendagri, adalah dengan memberantas ilegal fishing melalui penegakkan hukum di laut dimana saat ini telah memberikan dampak yang signifikan bagi perikanan di Indonesia.
Baca Juga:Gas 3Kg Menghilang, Diduga Okum Pangkalan Yang BermainGunakan DD Tahap II 2017, Ini Program Hebat Desa Pamengkang
“Ini jangan hanya sekedar seremonial tiap tahun tapi juga harus menjadi model kedaulatan maritim kita dan pembangunan yang terintegrasi bagi pulau terluar atau terpencil yang merupakan wujud sinergitas program Kementerian atau lembaga dalam pembangunan kelautan,” terangnya.
Pada peringatan hari Nusantara 2017 ini, Mendagri didampingi Gubernur Aher berkesempatan melepas ekspor produksi niaga maritim tujuan Denmark, Amerika dan Australia, serta meninjau pameran produksi maritim Indonesia. (rls/hms)
