Program Gratis, KTP El Dipungut Rp.150 Ribu
BEKASI – Meski Kartu Tanda Penduduk  Elektronik (e-KTP) adalah program gratis dari pemerintah pusat, namun dalam prosesnya tidak sedikit oknum dinas yang memungut upah untuk mencetak e-KTP.
Seperti dituturkan salah seorang warga berinisial HA, dirinya mengajukan pencetakan e-KTP namun sudah hampir setahun belum jadi dengan alasan blangko habis. Namun ternyata, ketika dirinya mengajukan melalui perantara (calo) yang mengaku punya koneksi orang operator bagian pencetakan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kab. Bekasi, e-KTP bisa jadi asalkan ada uang pelicin sesuai dengan yang diminta oknum orang dinas tersebut.
“Saya mengajukan lima buah yang jadi empat. Satu lagi tidak bisa diproses dengan alasan kurang surat keterangan pindah dari kota asalnya,” ujar HA.
Baca Juga:RSUD Waled Bakal Jadi “Rumah Sakit Pendidikan” Pertama Di Wilayah III CirebonDinkes Kab Cirebon Targetkan Masyarakat Hidup Sehat
Dijelaskan, awalnya melalui perantara, oknum dinas meminta biaya seharga Rp.100 ribu per KTP. Tapi, ketika KTP sudah jadi dan akan diambil, harga berubah menjadi Rp.150 ribu.
“Kurang lebih sekitar satu hingga dua minggu KTP baru jadi,” lanjutnya.
Terpisah, Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi, Yudhi Darmansyah mengatakan, pungutan dalam pembuatan e-KTP tidak dibenarkan. Terkait stok ketersediaan blangko e-KTP, Disdukcapil harus transparan.
“Kalau ada harus bilang ada, kalau tidak ya bilang tidak, dinas tidak boleh menyembunyikan. Harus transparan,” kata Yudhi, ketika dihubungi melalui telepon selullarnya.
Masih kata Yudhi, jika memang ada pungutan maka itu harus ada dasar hukumnya dan uangnya harus masuk kas negara. Terkait persoalan blangko e-KTP, pihaknya mengaku sudah mengawal sampai ke Kementerian Dalam Negeri.
“Tapi pada prinsipnya e-KTP gratis dan tidak boleh ada pungutan apapun,” tandasnya.
Menanggapi dugaan adanya pungutan e-KTP, Disdukcapil Kab. Bekasi, belum bisa dimintai komentarnya. Dihubungi melalui telepon selullarnya, Kepala Disdukcapil, Alisyahbana, sedang dinas luar.
Baca Juga:Dianggap Murtad, Mbah Mijan: Saya Suport Rina Nose! Segera Temukan PasanganFoto Mesra Berdua, Umi Pipik dan Sunu Nikah Siri?
“Ke dinas aja bang, ke kabid atau bagian pembuatan e-KTP,” ujarnya.
