BIJB dan Mount Fuji Shizuoka Airport Jajaki Kerjasama
Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) menjajaki kerja sama dengan Mount Fuji Shizuoka Airport. Pertemuan antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat, BIJB, dengan Mount Fuji Shizuoka Airport tersebut digelar di bandara yang menghadap langsung ke Gunung Fuji, gunung tertinggi dan ikon Jepang tersebut.
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan berharap keeratan hubungan antara Jawa Barat dan Shizuoka, salah satunya menghasilkan pembuatan rute penerbangan BIJB-Shizuoka.
“Kami berharap ada penerbangan langsung dari Shizuoka ke Jabar dan sebaliknya, supaya bisa dipakai juga untuk pemasaran produk kedua wilayah. Ini juga bisa memperluas banyak kerja sama di bidang pariwisata,” katanya.
Baca Juga:Sempat Ricuh Saat Pilwu, Ini Tuntutan Pendukung Calon Kuwu Lebak MekarIni Output Keren Desa Gembongan Mekar Dari DD Tahap II
Aher mengatakan banyak hak yang dapat dikerjasamakan dengan Shizuoka, mulai dari pendidikan, budaya, ekonomi, perkebunan, ketahanan pangan, sampai pariwisata. Kerja sama ini akan semakin erat jika dihubungkan melalui rute penerbangan kedua bandara.
Direktur Utama PT BIJB, Virda Dimas Ekaputra, mengatakan Mount Fuji Shizuoka Airport masih melakukan perluasan terminal penumpang internasional, area komersial, dan fasilitas penumpang lainnya, termasuk musala.
Walaupun jumlah penumpang yang datang dan pergi dari bandara tersebut masih terbilang sedikit, Virda melihat potensi kargo atau angkutan barang dari bandara tersebut untuk dikerjasamakan dengan BIJB di Majalengka.
“Kalau dilihat kondisi saat ini, Bandara Shizuoka belum agak besar, untuk potensi direct flight dadi BIJB masih agak berat. Artinya BIJB kemungkinan besar yang akan ada adalah penerbangan dengan Bandara Haneda di Tokyo. Kalau sudah diperluas, kemungkinan bisa dengan BIJB,” kata Virda dalam pertemuan yang diselenggarakan pada Kamis (2/11/17) tersebut.
Bandara tersebut rencananya diperluas dari 12.093 meter persegi jadi 17.900 meter persegi. Rute penerbangan yang biasanya satu jam satu penerbangan pun bisa jadi satu jam tiga penerbangan. kapasitas terminal penumpang dan komersial pun lebih besar, dengan pebambahan musala.
“Yang sangat mungkin untuk dikembangkan adalah kargo. Bandara ini bisa kargo sampai 1.200 ton. Itu besar sekali. Sedangkan di Jabar juga banyak industri asal Jepang, yang kalau kegiatan ekspor pasti akan lewat BIJB. Dan Gubernur Shizuoka bilang memang Shizuoka ini gudangnya industri juga,” katanya.
