Pada kategori produk sektoral, ditawarkan inovasi pengembangan ikan nila nirwana (nila ras wanayasa). Dengan rekayasa genetik melalui metode seleksi family dan introgresi, ikan nila yang awalnya betelur < 500 Telur/induk dan tidak tahan terhadap Bakteri Streptococcus, kini nila ras nirwana mampu bertelur >1.500 telur/Induk serta tahan terhadap Bakteri Streptococcus.
“Dengan kata lain produksi telur meningkat tiga kali lipat, dan ukuran tubuhikan empat kali lebih besar,” tukasnya.
Keunggulan inovasi ini pun yakni pemijahan ikan yang bisa dilakukan 4-6 Kali per tahun, sehingga (produksi telur 6×1500=9000 butir telur). Larva memiliki ukuran 8-12 Cm, dengan waktu Pemeliharaan 40-60 Hari, artinya waktu pemeliharaan separuh, lebih singkat, dan produksi meningkat. Adapun waktu pembesaran yang dilakukan cukup dengan waktu 3 bulan,degan efisiensi pakan 60-90%.
Baca Juga:Mau Masker Wajah Agar Putih Bersih? Mudah, Bisa Buat Dirumah Sendiri Loh..Horor! Keluarga Tak Kasat Mata Sudah Lama Mengawasi, Siap Gentayangan November Mendatang
“Artinya perbaikan genetis yang mampu meningkatkan kualitas ikan yang cepat besar, bertelur lebih banyak, frekuensi pemijahan lebih sering, tahan penyakit Bakteri Streptococcus, waktu pembesaran dua kali lebih singkat,” kata Aher.
Selain itu, Pemprov Jabar juga berinovasi pada bidang sosio-cutural, yang sekalgus bergerak pada bidang penyelamatan lingkungan yaitu program Ecovillage, atau gerakan desa berbudaya lingkungan mewujudkan Jawa Barat bersih, sehat, indah, dan lestari.
Kegiatan Ecovillage fokus kepada perubahan perilaku seluruh pemangku kepentingan dan keterlibatan berbagai unsur di masyarakat mulai dari perencanaan, identifikasi masalah, penyusunan rencana aksi sampai ke gerakan aksi berkelanjutan.
“Eovillage ini merupakan rekayasa sosial berupa perubahan budaya,” jelasnya.
Masyarakat Ecovillage kini tersebar di 277 desa, 48 kecamatan, dan 13 kabupaten/kota di Jawa Barat. Sebanyak 20-25 Orang kader di sebar di setiap Desa/Kelurahan. Pada tahun pertama diadakan tahapan riungan dan pendampingan, sambil menggali potensi desa, dan pengkajian lingkungan serta pemetaan rencana aksi.
Pada tahun selanjutnya diadakan pendampingan setiap bulan untuk memperkuat dan meningkatkan kapasitas, kualitas serta kuantitas kader lingkungan. Kini Ecovillage telah menghasilkan 5.540 kader ecovillage, 60 unit bank sampah, hasil kerajinan kader ecovillage, kondisi sungai mulai bersih, bebas polusi, dan bisa ditanami ikan.
Sementara itu Plt. Kepala Badan Litbang Kemendagri RI Dodi Riyadmadji mengatakan, kegiatan IGA 2017 ditujukan untuk mendorong Pemerintah Daerah baik Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Kabupaten/Kota melaksanakan Inovasi Daerah secara berkesinambungan dalam rangka memajukan daerah dan meningkatkan kemandirian serta kesejahteraan masyarakat.
