Aneh Tapi Nyata! Remaja Pria Asal Jateng Melahirkan Bayi Laki-laki

Aneh Tapi Nyata! Remaja Pria Asal Jateng Melahirkan Bayi Laki-laki
0 Komentar

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan, Slamet Widodo, mengaku sudah mendengar kabar tersebut. Namun pihaknya akan berupaya memastikan kebenarannya. “Secara medis tidak mungkin seorang pria bisa melahirkan atau mengandung. Kami akan cek ke dokter yang menangani,” kata Slamet.

Sementara itu, menurut ibu kandung Ganang, Sri Munastatik, sejak berusia 1,5 tahun muncul benjolan di bagian perut kanan anaknya.

Kian hari, benjolan terus membesar. “Dulu sering mengeluh perut sakit ada yang gerak-gerak. Lalu baru-baru ini dia mengeluhkan perut sakit dan dada sesak. Maka saya langsung larikan dia ke RSI Sultan Agung Semarang,” jelasnya.

Baca Juga:Rekomendasi PDI Perjuangan, Ini Kata SellySekda Jabar Perintahkan Bupati Bantu Pembangunan SMP Manba’ul ‘Ulum

Akhir-akhir ini akibat acap kali mengeluhkan rasa sakit pada benjolan di perutnya itu, orangtuanya langsung membawa Ganang ke klinik dokter di Purwodadi. Di sana ia didiagnosa liver membengkak.

Oleh tim medis, keluarga diminta membawa Ganang ke dokter umum RS di Purwodadi. Setelah diperiksa dokter umum, dokter mendiagnosa Ganang menderita tumor. Dokter kemudian menganjurkan Ganang untuk dirujuk ke RSI Sultan Agung Semarang.

“Kami membawanya ke RSI Sultan Agung pada Kamis pekan lalu. Setelah dilakukan pemeriksaan dan dirontgen, diketahui ada janin di perutnya. Janin tersebut dinyatakan sebagai kembarannya dulu yang tidak jadi,” ungkap ibu kandungnya Sri Munastatik.

Kemudian pada Selasa (24/10/2017) dilakukan tindakan operasi pada benjolan di tubuh Ganang yang membesar itu. Operasi tersebut berhasil mengangkat sebuah janin yang tidak bernyawa, berjenis kelamin laki-laki dengan berat tiga kilogram.

“Sesampainya di rumah pukul 17.00 langsung kami makamkan bersama keluarga di pemakaman desa di Dusun Ngampel, Desa Panunggalan ini,” jelasnya.

Humas RSI Sultan Agung Semarang, Unggul menyampaikan, Ganang menderita penyakit teratoma atau memiliki embrio ganda.

“Jadi yang ada di dalam itu embrio kembarannya yang masuk di perut Ganang. Dulu dikiranya kanker, ternyata embrio kembarannya dulu yang nempel di tubuhnya dan berkembang. Jadi bukan melahirkan,” katanya.

Baca Juga:Kapolres Cirebon : Pertahankan Kondusifitas Sampai Tahapan Pilwu Selesai!“Mainin” Dana Desa, Kades Ini Kemarin Jadi Tersangka

“Setelah dilakukan operasi ternyata embrio berbentuk ada tangan dan kaki. Itu kembarannya yang masuk di perut. Jadi yang satu berkembang, yang satu nyatu dengan tubuh. Kalau berkembang semua namanya kembar siam dan nempel. Jadi embrio satu tidak berkembang dan masuk di dalam perutnya,” sambungnya.

0 Komentar