“Saya lihat kemarin di satu desa saja ada yang mendapat empat atau bahkan lima program. Tapi satu keluarga tidak dapat sama sekali. Adil ga kira-kira? Pada saat ada keluarga miskin tersentuh oleh program sosial tadi, langsung update, sehingga mudah dievaluasi. Apakah dikasih bantuan keluarga tersebut masih miskin atau sudah beranjak tidak miskin. Jadi, mudah dievaluasi dan mudah menentukan strategi berikutnya,” ungkap Demiz.
“Saya ga main-main soal kemiskinan ini. Karena sebagai pemimpin ini berat pertanggungjawabannya,” lanjutnya.
Penguatan kelembagaan dan sistem data integrasi adalah modal upaya dalam pengentasan masalah kemiskinan. Untuk itu, sistem data real time dan sistem data terpadu perlu diterapkan untuk menjamin akuntabiltas penyerapan dan ketepatan sasaran anggaran.
Baca Juga:Hadapi Proliga 2017, Netty Kembali Gaet Atlet Voli Putri PON 2016Demiz dan KKP RI Bagikan Alat Penangkap Ikan Ramah Lingkungan di Cirebon
“Perlu komitmen bersama, sinergitas kita bersama. Ga tumpang-tindih dan ada data yang selalu di update sehingga betul-betul tepat sasaran. Keluarga yang mana, lokasinya dimana, sehingga anggaran pun dapat dipertanggungjawabkan. Itulah pentingnya sinergi,” tutur Wagub.
Sementara itu, pada kesempatan ini Kepala BKPP Wilayah II Purwakarta Muhammad Toha menjelaskan tentang angka kemiskinan yang ada di wilayah kerjanya. Toha mengatakan angka kemiskinan di BKPP Wilayah II Purwakarta masih 25% dari jumlah keluarga yang ada di Jawa Barat.
“Wilayah II ini masih menyumbangkan angka kemiskinan yang cukup berarti, cukup signifikan. Antara lain bisa dilihat dari angka rumah tangga berpendapatan rendah, yaitu 25 persen dari jumlah keluarga yang ada di Jawa Barat dan angka Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Rastra dan BPNT (Bantuan Pangan Nontunai,” kata Toha dalam rakor tersebut.
Angka Rumah Tangga berpendapatan Rendah mayoritas masih ada di Kabupaten Karawang mencapai 161 ribu rumah tangga. Sementara Kabupaten Subang 125 ribu, Kabupaten Bekasi 92 ribu, Kota Bekasi 62 ribu, dan Kabupaten Purwakarta 48 ribu.
Sementara penerima Rastra di Kabupaten Karawang masih yang tertinggi pada tahun ini, yaitu sebanyak 142.317 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Kabupaten Subang 112.891 KPM, Kabupaten Bekasi 96.601 KPM, Kota Bekasi 68.258 KPM, dan Kabupaten Purwakarta 46.582 KPM. Sehingga jumlah total KPM mencapai 469.644 atau 18,66% dari total penerima KPM dan BPNT sebesar 2,5 juta Rumah Tangga.
