“Memang benar bencananya ada, tapi tak separah dengan apa yang digambarkan. Sudah diklarifikasi, saya pastikan gambar atau foto yang tersebar di media sosial adalah hoax,” katanya.
Aher menyambungkan, ada pihak-pihak yang ingin memperkeruh suasana atas dasar kepentingan tertentu. Bisa saja gambar yang disebarkan adalah gambar rekayasa, atau pun gambar bencana di daerah lain. “Saat kita bergerak membantu mereka, tiba-tiba muncul berita yang menggambarkan hal yang tidak sebenarnya atau hoax,” katanya.
Aher menyatakan, bahwa tentu saja infrastruktur yang rusak akan segera direncanakan penyelesaiannya, paling tidak penyelesaian darurat. (hms/rls)
