Bencana Pangandaran, Aher: Tertangani
BANDUNG – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), mengungkapkan keprihatinannya atas peristiwa bencana yang terjadi di Kabupaten Pangandaran. Aher pun mengaku, pihaknya melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi, TNI-Polri telah melakukan penanganan dan mendistribusikan bantuan logistik dari sejak sabtu malam, senilai Rp 322.681.315 berupa logistik.
“Baik itu Pemerintah Kabupaten Pangandaran, termasuk TNI Polri, dan masyarakat disana, juga para relawan disana sudah bersatu padu melakukan mitigasi bencana,” kata Gubernur Ahmad Heryawan, di Bandung, Senin (09/10/2017).
Data Pusdalops BPBD Provinsi Jawa Barat menyebutkan sebanyak empat kecamatan dan 15 desa terkena bencana banjir. Sedangkan korban terdampak adalah sedikitnya 136 Kepala Keluarga/2332 jiwa. Hingga Senin (9/10/17) pagi dilaporkan rumah yang terendam sebanyak 939 unit, infrastruktur yang rusak berat meliputi satu jembatan gantung 30 meter, satu unit jembatan gantung dan satu unit jembatan beton. Adapun warga yang terkena dampak telah mengungsi ke rumah sanak saudara.
Baca Juga:Pemprov Jabar Sampaikan Aspirasi Aliansi Transportasi ke PusatYudhi Tuding Konsultan Copy Paste Kondisi Lapangan Jalan KH.Fudholi
Disebutkan, dari sejak kejadian, BPBD Jabar berkolaborasi dengan Tim Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (DPKB) Kab. Pangandaran dalam pengecekan kondisi lokasi kejadian, mengirimkan bantuan perahu karet, hingga pengevakuasian warga. Tercatat 372 orang relawan dari berbagai organisasi kemasyarakatan dan elemen seperti Tagana, TNI POLRI, PMI, Rumah Zakat, ORARI, dll. terlibat dalam penanganan dini dan evakuasi warga.
Aher juga mengungkapkan bahwa terkait status bencana di Pangandaran, merupakan hak Bupati untuk menentukannya. Ia pun menyebutkan bahwa status darurat bencana perlu ditetapkan supaya bantuan-bantuan tetap datang, sehingga kedepan tidak terjadi suatu kekurangan.
“Karena kalau kemudian dana tak terduga diperlukan untuk mengantisipasi mengevakuasi bencana, sementara belum ada sebuah pernyataan dalam bentuk surat keputusan bupati yaitu memutuskan atau menyatakan darurat bencana, ya dana tersebut enggak bisa keluar karena surat tersebut menyatakan bencana benar terjadi, dan layak menerima dana tersebut,” tambahnya.
Selain itu, Gubernur Aher juga mengimbau masyarakat supaya tidak percaya dengan gambar atau foto bencana alam di Kabupaten Pangandaran yang beredar di media sosial. Karena ada sejumlah diantaranya yang merupakan gambar bohong atau hoax.
