Kuswara menambahkan ada beberapa proses yang belum selesai terutama pembebasan lahan. Padahal lahan milik warga yang dijadikan proyek adalah lahan pertanian. Alhasil warga harus banting setir mencari usaha lain untuk memenuhi kebutuhan hidup. “Dulu hampir seluruh warga bertani karena lahannya masih ada,” imbuhnya.
Usai audiensi, perwakilan masyarakat dan anggota dewan Ruhimat dan Arif Rahman pun kembali bersalaman dan bersepakat untuk bersama-sama berjuang menyelesaikan permasalahan ganti rugi lahan warga terdampak mega proyek bendungan leuwi keris. (and)
