Kementerian PUPR & ITB Selenggarakan Kompetisi Konstruksi Ramping

Kementerian PUPR & ITB Selenggarakan Kompetisi Konstruksi Ramping
0 Komentar

sejak tahun 2007.

Ketua Panitia Kompetisi Konstruksi Ramping ITB, Muhamad Abduh, mengatakan bahwa maksud dari kegiatan kompetisi ini adalah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat konstruksi di Indonesia mengenai Konstruksi Ramping. Lebih jauh lagi dijelaskan bahwa penilaian kompetisi berdasarkan pada menjelaskan ketepatanwaktu, kecepatan membangun, kerjasama tim yang kompak. “Mereka akan membangun konstruksi dengan Lego, melakukan perencanaan, menyusun denah dengan potongan-potongan denah, ada tampak yang nyata untuk melakukan ekseskusi dalam membangun sebuah konstruksi dengan metode prinsip Lean Construction.

Pada Senin (02/10), kompetisi konstruksi ramping dilaksanakan. Format kompetisi dalam bentuk simulasi, namun situasi yang dibangun disesuaikan dengan praktik-praktik kondisi real dilapangan. Semua peserta juga dilengkapi dengan pakaian Keselamatan dan Kesehatan Kerja menggunakan alat pelindung diri selayaknya keadaan di lapangan kerja sungguhan, ini bertujuan untuk membuat keadaan semakin lebih nyata. Semua aturan pun harus dipatuhi dengan mengikuti prosedur yang sudah di atur oleh panitia yang berada dalam mengawasi kompetisi.

Delapan peserta universitas yang mengikuti Kompetisi ini diantaranya: Universitas Sriwijaya, Universitas Islam Indonesia, Universitas Diponegoro, Universitas Katolik Soegijapranata, Universitas Islam Sultan Agung, Universitas Teknologi Sepuluh November, Universitas Hasanudin, dan Institut Teknologi Bandung.

Baca Juga:Sunjaya Dukung Penolakan PGTC, Management PGTC Lapor PolisiCabup PKS Tinggal Dua Kandidat, Siapa Saja?

Adapun juri penilai berasal dari jajaran pejabat dari Direktorat Jenderal Bina Konstruksi
Kementerian PUPR. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan rakyat terus memberikan dukungan peningkatan produktivitas industri konstruski dengan menyokong melalui pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM) konstruksi, khususnya pada tingkatan perguruan tingggi. Hal ini mengingat Perguruan tinggi merupakan motor pencetak tenaga ahli konstruksi berkualitas yang mempunyai kompetensi yang tinggi. Selain kompetisi, dilaksanakan pula Workshop Konstruksi Ramping, untuk memberikan pemahaman edukasi secara spesifik tentang prinsip konstruksi ramping. (rls)

0 Komentar