Sementara itu, dengan munculnya surat yang belum resmi tersebut Ketua DPD Golkar Jabar, Dedi Mulyadi akan menyelenggarakan konperensi pers di Purwakarta. Dedi sendiri sempat mengatakan, bahwa ia tidak mau dipasangkan dengan Ridwan Kamil di Pilgub Jabar.
Menurut Dedi Mulyadi, Golkar memiliki 17 kursi di DPRD Jabar dan menjadi pemilik kursi terbanyak kedua setelah PDI-P. Dengan demikian, Partai Golkar seharusnya mengusung calon gubernur sendiri, bukan calon wakil gubernur. Oleh karena itu, Dedi Mulyadi menolak apabila dipasangkan dengan Wali Kota Bandung Ridwan Kamil. Ia pun siap “bertarung” dengan Ridwan Kamil pada Pilgub Jabar 2018 mendatang.
Terkait pasangan cawagub Dedi mengatakan, hal tersebut akan sangat tergantung dengan partai mana Golkar berkoalisi. Menurut dia, Golkar saat ini tengah membangun komunikasi dengan banyak partai. “Golkar baru 17 kursi. Diperlukan mitra koalisi (untuk mencapai 20 kursi). Jadi setelah ini yang kami lakukan adalah membangun mitra koalisi dulu baru menentukan pasangan,” kata dia, (6/8/2017) lalu. (jp/dbs)
