Pertumbuhan kredit yang cukup baik ini diimbangi dengan keberhasilan bank bjb menjaga Rasio Kredit Bermasalah (NPL) di level 1,57% (turun 45 bps) atau jauh lebih baik dibandingkan Triwulan II 2016 yang berada pada level 2,02%. Kinerja yang positif ini membawa laba bersih bank bjb tercatat sebesar 829 Miliar Rupiah.
“Pencapaian kinerja yang kinclong ini tidak terlepas dari dukungan semua pihak yang turut mendukung bank bjb untuk menjadi lebih baik. Dengan strategi sustainable banking yang diterapkan perseroan, yaitu menyusun, menerapkan, serta mengharmonisasikan kebijakan dan business process ke dalam suatu Arsitektur Kebijakan, menjadikan setiap business proses internal yang berada di bank bjb menjadi lebih efektif, efisien dan lebih aman bagi kelangsungan bisnis bank bjb secara jangka panjang.” ujar Ahmad Irfan. (jp/rls)
