Digital Marketing, Kunci Pemasaran Produk Koperasi & UMKM

Digital Marketing, Kunci Pemasaran Produk Koperasi & UMKM
0 Komentar

Cooperative Fair yang digelar ke-14 kalinya pada tahun ini sengaja mengambil Tema: Digitalisasi KUMKM Menuju Pasar Global. Demiz mengungkapkan ekonomi berbasis digital begitu sangat penting karena yang dibutuhkan dari KUMKM saat ini tidak sekadar produk yang berkualitas, tetapi juga kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman dan selera konsumen. Apabila KUMKM tidak mampu mengimbangi hal tersebut maka akan sulit bersaing, bahkan lambat laun akan ditinggalkan konsumen.

“Saya mendorong kepada seluruh pelaku usaha koperasi dan UMKM di Indonesia khususnya di Jawa Barat, untuk sadar dan melek teknologi agar mampu bersaing dengan negara lain,” tutur Demiz.

Sementara itu, Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Agus Muharram yang hadir dalam acara pembukaan Cooperative Fair 14, mengungkapkan pihak Kementerian juga terus mendorong upaya digitalisasi dalam setiap operasionalisasi koperasi, juga digitalisasi dan sertifikasi produk-produk UMKM. “Dunia internasional dan global, standardisasi dan sertifikasi merupakan satu alat untuk produk kita berdaya saing,” ungkap Agus.

Baca Juga:Menarik! Puluhan Mobil Cantik Terpampang di Acara GIIAS 2017Lama Tak Muncul, Ello Ditangkap Polisi

Mendukung upaya tersebut, pihak Kementerian Koperasi dan UKM mempunyai berbagai program, seperti memberikan hak cipta, sertifikasi halal, dan sertifikasi kesehatan dari BPOM secara gratis. Upaya lain yang ditempuh yakni kemudahan izin usaha untuk usaha mikro melalui Pusat Layanan Usaha Terpadu (Plut).

“Dan khusus kepada para UKM yang memproduksi dan produksinya itu ditujukan untuk ekspor. Kementerian Perdagangan, Kementerian Koperasi, dan Kementerian Keuangan melakukan dukungan dengan program KITE. KITE ini Kemudahan Impor Tujuan Ekspor. Jadi kalau mengimpor barang atau bahan baku untuk produk ekspor itu digratiskan bea masuknya,” papar Agus.

“Misalkan contohnya ada di Jawa Barat mengimpor bahan baku untuk kerajinan tapi hasil produknya untuk diekspor itu bea masuknya gratis. Dan itu bisa ditanya ke Dirjen Imigrasi atau di sini bisa ditanya ke Dinas Perdagangan,” tambahnya.

Cooperative Fair merupakan pameran produk Koperasi dan UMKM yang diikuti pelaku KUMKM dari 27 kabupaten/ kota se-Jawa Barat dan 33 provinsi se-Indonesia. Tahun ini, ada 11 provinsi serta ikut dalam pameran yang digelar pada 10-14 Agustus 2017. Cooperative Fair merupakan agenda tahunan Dinas Koperasi dan Usaha Kecil (KUK) Jawa Barat yang digelar pertama kalinya pada 23-28 Juli 2004 di Lapangan Gasibu Kota Bandung. Kegiatan ini adalah upaya meningkatkan daya saing, kreativitas, produktivitas, dan kemandirian Koperasi dan UMKM.

0 Komentar