17 Tahun Berkarier Disini, Apa Alasan Najwa Shihab Resign?

17 Tahun Berkarier Disini, Apa Alasan Najwa Shihab Resign?
0 Komentar

17 Tahun Berkarier Disini, Apa Alasan Najwa Shihab Resign?

JAKARTA – Genap 17 tahun berkarier di Metro TV, Najwa Shihab akhirnya memutuskan mundur dari media yang telah membesarkan namanya itu. Keputusan Nana, demikian ia biasa dipanggil, keluar dari Metro TV diumumkan melalui akun Twitternya, Selasa, 9 Agustus 2017.

“Menjadi reporter Metro TV pada bulan Agustus 2000, perjalanan saya bersama Metro TV juga akan berakhir pada bulan yang sama. Ini adalah Agustus penghabisan,” tulis Najwa Shihab di akun Twitternya, @najwashihab.

Tujuh belas tahun merintis karier di media yang sama, membuat Najwa menjadi salah satu pembawa acara terkenal. Kesuksesannya memunculkan dan “menghujani” narasumber kelas satu dengan rentetan pertanyaan tajam di panggung acaranya membuat nama Najwa sangat diperhitungkan.

Siapakah Najwa Shihab sebenarnya?

Baca Juga:Besok, Makam MA Dibongkar!Jelang HUT RI Pengrajin Piala di Tasik Banjir Orderan, Omset Naik 100%

Najwa adalah putri kedua Quraish Shihab. Siapa yang tak kenal dengan Quraish Shihab? Ia adalah ulama dan cendekiawan Muslim terkenal di Tanah Air. Sang bapak juga pernah menjadi Menteri Agama di era pemerintahan Soeharto.

Dari sang Bapak, Najwa Shihab mendapat garis keturunan habib.

Dalam buku Cahaya, Cinta dan Canda M Quraish Shihab dituliskan, di kalangan Arab Indonesia, habib menjadi gelar bangsawan Timur Tengah yang merupakan kerabat Nabi Muhammad (bani Hasyim), khususnya dinisbatkan terhadap keturunan Nabi Muhammad melalui Fatimah az-Zahra yang menikah dengan Ali bin Abi Thalib.

Sementara dalam bahasa Arab, habib berakar dari kata hub yang berarti ‘cinta’. Jadi habib berarti ‘yang mencintai’, atau bisa juga ‘yang dicintai’. Tetapi kemudian maknanya berkembang menjadi suatu istilah, yakni habib adalah orang teladan, orang baik yang berpengetahuan, dan seseorang yang berhubungan dengan Rasulullah.

Meski memiliki gelar habib, keluarga Quraish tak menggunakan gelar tersebut. Quraish menolak dipanggil habib karena alasan kedua yang dinilai “mengandung unsur pujian.”

“Saya merasa, saya butuh untuk dicintai, saya ingin mencintai. Tapi rasanya saya belum wajar untuk jadi teladan. Karena itu saya tidak, belum ingin dipanggil Habib,” kata Quraish seperti ditulis dalam buku karya Mauludin Anwar, Latief Siregar, dan Hadi Mustofa ini.

0 Komentar