Jabar Jadi Tuan Rumah Pameran Filateli Dunia

Jabar Jadi Tuan Rumah Pameran Filateli Dunia
0 Komentar

Deddy memandang, bahwa kegemaran mengoleksi dan merangkai prangko serta benda-benda pos lainnya, tidak hanya sekedar hobi, melainkan juga sarat akan berbagai aspek positif yang dapat digali dan dikembangkan, antara lain yaitu sebagai mata rantai perkembangan teknologi komunikasi di dunia, mulai dari yang sangat sederhana hingga yang paling mutakhir.

“Artinya, filateli sebagai salah satu hobi tertua di dunia dapat terus bertahan, karena filateli tidak hanya menyangkut kelangkaan dan keunikan sebuah benda pos tetapi juga menyangkut nilai historisnya, dan inilah yang menyebabkan sebuah benda pos mempunyai harga fantastis,” ujarnya.

Tak sampai disitu, dirinya menyatakan bahwa hobi filateli juga dapat menjadi sarana edukasi, karena melalui filateli seseorang bisa mengenal para tokoh dunia serta menjelajahi masa lampau, sekalipun mungkin tidak hidup di zamannya.

Baca Juga:Karena Memiliki Obat Ini di Rumahnya, Tora Sudiro & Mieke Ditangkap PolisiInfrastruktur Desa Gebang Kulon Makin Mantap Dengan DD 2017

Pada saat yang sama, filateli merupakan hobi yang dapat memberikan dampak konstruktif terhadap sektor pariwisata. Hal ini karena melalui prangko atau benda pos yang diterbitkan, bisa dipromosikan kekayaan seni budaya, situs-situs purbakala ataupun keajaiban alam yang ada di suatu tempat, sehingga mendorong keinginan para filatelis untuk mengunjunginya.

Oleh sebab itu, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat mendukung penuh upaya PT. Pos Indonesia, untuk terus menerbitkan prangko edisi khusus yang mengangkat keragaman seni budaya dan keindahan alam Indonesia.

Secara khusus, Deddy juga berharap agar PT. Pos Indonesia dapat mendorong gaung Taman Bumi Ciletuh-Palabuhanratu, yang kini tengah dalam proses penilaian, untuk ditetapkan sebagai bagian dari Global Geopark Network oleh UNESCO.

Ketua Umum Perkumpulan Filatelis Indonesia (PFI) R Soeyono mengatakan bahwa event- event filateli sebelumnya juga pernah diselenggarakan, namun dalam skala Asia Asifik, khusus di Jawa Barat, event ini ditingkatkan lagi menjadi skala dunia. “Setiap koleksi filateli, harus disusun sedemikian rupa setiap babnya dengan alur cerita menjadi sebuah karangan. Jadi, dalam laporannya ada pembuka, isi, dan penutup,” katanya.

Selanjutnya Soeyono berharap, Pameran Filateli skala dunia yang digelar di dalam negeri ini, bisa lebih mempopulerkan kembali hobi filateli di kalangan anak muda Indonesia. “Kami ingin filateli di kalangan anak muda bisa lebih populer lagi karena sekarang di kalangan muda filateli hampir menjadi hobi yang punah,” katanya.

0 Komentar