Atas latar belakang tersebut, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Barat Budi Susatijo mengatakan, pihaknya terus mengkampanyekan pelestarian burung liar di Jawa Barat. Pun kampanye disosialisasikan terhadap para pedagang, dan penangkar.
Selain itu, Budi mengatakan, Dishut Jabar juga mengajak masyarakat untuk menanam pohon pakan burung. Maka kegiatan pelepasan burung liar, yang dilakukan Dishut Jabar, merupakan bagian dari upaya pelestarian satwa yang diantaranya terancam kepunahan. “Termasuk burung-burung endemis yang beberapa di antaranya juga terancam karena diburu dan habitatnya dirusak,” ujar Budi.
Adapun jenis-jenis yang dilepas diantaranya Cicak daun, Jalak, kutilang, toet, dan merpati. Ada juga Jalak kebo, anis caing, jogjong, Peking, tikukur. “Ada 550 ekor burung liar yang dikembalikan ke habitatnya di alam bebas. 25 ekor di antaranya sumbangan dari pusat penangkaran burung di Kabupaten Bogor,” sebutnya.
Baca Juga:Aher: Sudah Selesai Bersaing Di Daerah, Saatnya BJB Bersaing dengan Perbankan NasionalSelang LPG Bocor & Tabung Meledak, Delapan Santri Derita Luka Bakar
Sementara itu, Direktur konsevasi Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Bambang Darma Adji berharap, kegiatan kampanye satwa liar bisa terus menggerakan masyarakat untuk ikut peduli menjaga kelestariannya. Kementerian KLHK Kata Dia, menargetkan pelepasan burung yang dilindungi mencapai jutaan ekor. Kementerian memiliki sejumlah program konservasi. Salah satunya penangkaran burung untuk mendukung pelestarian burung liar.
“Semoga dengan kepedulian terhadap burung liar ini bisa mensejahterakan masyarakat tanpa harus mengambil (satwa liar) dari alam,” katanya. “Kami punya aturan untuk para penangkar harus memberikan 10 persen dari jumlah penangkaran pada pemerintah,” imbuhnya. (hms/rls)
