Maskapai & Investor Sudah Mendaftar, Aher Minta AP II & PT BIJB Segera Teken KSO
BANDUNG – Walaupun masih dalam tahap pembangunan, namun hampir seluruh Maskapai di Indonesia sudah menandatangani perjanjian untuk menggunakan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB). Diantaranya yaitu Maskapai Garuda Indonesia, Citilink, Sriwijaya Air, Airasia, NAC, Kalstar dan Cathay Pacific. Untuk itu, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) meminta kepada PT Angkasa Pura II (Persero) dan PT BIJB untuk segera membuat Kerja Sama Operasi (KSO) pengelolaan bandara.
“Kemarin koordinasi dengan AP2 saya meminta kepada AP2 dan BIJB supaya segera membuat KSO supaya semua pihak nyaman karena hampir semua maskapai sudah menandatangani perjanjian untuk menggunakan Bandara tersebut,” Kata Aher di Bandung, Selasa (25/07/2017).
Baca Juga:Hadi : Foto Indira Soediro & Menteri Jonan Biasa Saja Tidak SpesialIndri : BK Turun Tangan Dong, Selsaikan Konflik Toto vs Ajam
Selain untuk Maskapai lanjutnya, KSO juga akan membuat nyaman para investor. “Ya termasuk para stakeholders, pemegang saham dan pelaku investasi,” katanya.
BIJB yang mengusung konsep Aerotropolis atau kota Bandara ini akan menjadi Bandara terbesar kedua di Indonesia yang memiliki luas 1800 hektar. Luas terminalnya mencapai 96.000 meter persegi yang mampu menampung 5 – 11 juta penumpang pertahun. Salah satunya untuk memenuhi pangsa pasar besar di Jawa Barat yaitu haji dan umroh. Bandara ini mampu didarati pesawat berbadan lebar sekelas Boeing 747 dan 777.
BIJB ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal 1 tahun 2018. Saat ini pembangunannya masih terus berlangsung. Pembangunan sisi darat yang menjadi tanggung jawab PT BIJB secara keseluruhan sudah mencapai 50 persen. Pembangunan sisi darat ini terbagi kedalam tiga paket. Paket pertama yaitu pekerjaan infrastruktur, grading jalan dan simpang susun oleh PT Adhi Karya yang progresnya sudah di angka hampir 80 persen.
Paket kedua yakni pembangunan gedung terminal utama yang dikerjakan oleh WIKA dan PP sudah mencapai 29 persen. Sementara paket ketiga yaitu pengerjaan gedung-gedung pendukung non terminal yang kini sudah mencapai 70 persen. Seluruhnya konstruksinya ditargetkan rampung pada Desember 2017.
“Alhamdulillah sekarang pembangunannya lancar ya tidak ada berhentinya jadi semenjak di ground breaking sampai sekarang gak ada jeda,” ujar Aher.
Sementara pembangunan sisi udara dilakukan oleh Kementerian Perhubungan, diantaranya landasan pacu (runway), area parkir pesawat (appron), pengatur lalu lintas pesawat atau Air Traffict Control (ATC) dan pagar pengamanan sekeliling bandara.
