Ini Dia Rapot Pengelolaan Lingkungan Hidup di Jabar

Ini Dia Rapot Pengelolaan Lingkungan Hidup di Jabar
0 Komentar

Manajemen pengelolaan lingkungan hidup di Jawa Barat tidak lepas dari tiga hal, yaitu program struktural, nonstruktural, respon kultural. Program struktural dilakukan melalui normalisasi sungai, yaitu dengan melebarkan aliran sungai dan pengerukan dasar sungai.

Sementara program nonstruktural melalui penghijauan kawasan hulu sungai. Konservasi kawasan hutan diyakini akan memperkecil kemungkinan banjir. Konservasi ini dilakukan tidak hanya dengan tanaman tegak saja, namun juga tanaman-tanaman produktif seperti kopi yang bisa juga berdampak pada ekonomi masyarakat.

Sementara program kultural, diharapkan bisa membangun kebiasaan baru masyarakat untuk tidak mengotori lingkungan. Dalam konteks Citarum Bestari di lakukan gerakan Lima Tidak: (1) Tidak Menebang Pohon di hulu, ke hilirnya (2) Tidak Membuang Limbah Ternak, (3) Tidak Membuang Limbah Rumah Tangga, (4) Tidak Membuang Limbah Industri, dan (5) Tidak Membuang Sampah ke Sungai.

Baca Juga:Hal Yang Perlu Diketahui Untuk Mengenal Naomi Scoot Lebih DekatDipaksa Ngaku Pake Narkoba, Anak Jeremy Thomas Bonyok di Tangan Polisi

“Terkait konservasi, Alhamdulillah. Gerakan Rehabilitasi Lahan Kritis atau GRLK Jawa Barat sudah cukup berhasil dengan baik. Mudah-mudahan terus kita lakukan dan kita lakukan, sehingga semakin lama hutan-hutan kita semakin lestari dan semakin hijau sebagaimana sediakala,” tutur Aher.

Hari Lingkungan Hidup kali ini mengambil tema Connecting People to Nature, artinya menyatu dengan alam. Tema ini sangat relevan dengan kondisi saat ini, yaitu meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian lingkungannya. HLH se-dunia diperingati setiap tanggal 5 Juni.

“Tema ini mengajak kita untuk hadir bersama alam, menghargai pentingnya keselarasan antara manusia dengan alam demi kelangsungan hidup penghuni bumi dan keindahan alam, memperlakukan alam secara proporsional, tidak primitif, hanya mau mengeruk keuntungan daripadanya saja, tetapi harus dalam perspektif perlindungan,” ungkap Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar dalam sambutannya yang dibacakan oleh Joe Komaladewi, Direktur Kemitraan Lingkungan dari Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial dan Kemitraan Lingkungan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI dalam acara HLH 2017 Tingkat Provinsi Jawa Barat.

Menteri Siti Nurbaya juga menekankan pengelolaan lingkungan tidak hanya dalam perspektif ekploitasi alam saja. Modernisasi dan proporsionalitas pengelolaan lingkungan alam harus dengan konsep keberlanjutan dan berwawasan lingkungan. Sehingga investasi dan pertumbuhan ekonomi tidak mengabaikan kelestarian alam.

0 Komentar