CIREBON – Kasus Sukaryadi yang sempat menghebohkan masyarakat Kabupaten Cirebon dan sekitarnya kini menjadi perhatian yang serius dari Forum Pondok Pesantren (FPP) Kabupaten Cirebon.
Saat ditemui di Pondok Pesantren Al Ishlah Buntet Kecamatan Astanajapura Kabupaten Cirebon, Ketua Forum Pondok Pesantren se-Kabupaten Cirebon, Kiyai Soleh mengatakan pihaknya telah mengundang Sukaryadi untuk mengklarifikasi terkait status Facebooknya pada Rabu sore kemarin.
Diakatakan Kiyai Sholeh, pihaknya selain mengundang Sukaryadi pihaknya juga mengundang beberapa Kyai diantaranya Kyai Ishamudin dari Pondok Pesantren Benda dan Kyai Badrudin Hambali dari Pondok Pesantren Salafiah Bode Lor
“Kami sengaja mengundang Sukaryadi itu untuk menjelaskan apa sih maksud dan tujuan membuat status dalam akun Facebooknya dan setelah mendengarkan maksud dan tujuannya dari statusnya tersebut maka kami memberikan nasehat kepada Sukaryadi untuk lebih berhati-hati menjaga tulisan atau lisannya. Makanya kami mengadakan klarifikasi untuk rekan-rekan media, dan kami bersepakat bahwa disana tidak ada pernyataan yang mengarah kepada penistaan Agama,” katanya kepada awak media, Senin (17/7/2017).
Baca Juga:Ini Dia Rapot Pengelolaan Lingkungan Hidup di JabarHal Yang Perlu Diketahui Untuk Mengenal Naomi Scoot Lebih Dekat
Menurutnya jika Kyai Mustofa Aqiel Siroj tokoh NU susah mengatakan bahwa kasus Sukaryadi bukan penistaan Agama, pihaknya dari forum Pondok Pesantren se-Kabupaten Cirebon juga sudah menganggap clear bahwa yang di maksud dan tujuan dari Sukaryadi tidak ada unsur penistaan Agama. “Hal ini sudah dikuatkan oleh Kyai Mustofa Aqiel Siroj salah seorang tokoh NU yang mengatakan kalau kasus FB Sukaryadi tidak ada unsur penistaan Agama, sehingga kami dari Forum Pondok Pesantren Kabupaten Cirebon pun sudah menganggap clear bahwa Sukaryadi tidak ada unsur yang mengarah pada penistaan Agama,” bebernya.
Masih dikatakan Kiyai Sholeh, pihaknya berharap kepada masyarakat Kabupaten Cirebon untuk bisa memilah dan milah serta berfikir dengan kepala dingin sebab sekarang masa-masanya jelang pilkada sehingga banyak isu-isu yang sengaja di hembuskan oleh orang-orang yang memiliki kepentingan pribadi secara politik apalagi berasal dari dirinya sendiri. “Kami berharap kepada masyarakat Kabupaten Cirebon untuk bisa memilah dan milah serta berfikir secara jernih sebab sekarang banyak muatan politik menjelang pilkada sehingga banyak isu yang sengaja di politisir hanya untuk kepentingan pribadi dan kelompoknya,” tambahnya.
