Menperin Airlangga mencatat, industri otomotif telah mempekerjakan 900.000 tenaga kerja di Indonesia secara langsung maupun tidak langsung. Dengan pasar industri sebesar 1,1 juta dan ekspor sebesar 200.000 hingga hari ini, dimana produksi otomotif nasional mencapai 600.000 atau hampir 60% berada di kawasan Cikarang.
Dengan dibuatnya roadmap industri yang baik, diharapkan industri akan berjalan berkesinambungan. Ia pun berharap bahan baku pasokan lokal, akan dimanfaatkan 100% pada tahun 2019, dimana hingga saat ini baru 56%.
Presiden SGMW Motor Indonesia Xu Feiyun, menceritakan bahwa pembangunan pabrik pertama Wuling Motor di luar Tiongkok menunjukan komitmen kuat dan jangka panjang untuk memasuki pasar Indonesia. “Kami siap berkontribusi menumbuhkan perekonomian Indonesia, khususnya industri otomotif,” imbuhnya.
Baca Juga:Harkopnas ke-70: Gubernur, Wagub & Ketua TP PKK Jabar Raih PenghargaanKetua DPRD : Soal Kabid Bangunan Negara Cuma Salah Paham
Dengan menggunakan teknologi canggih dan peralatan berstandar internasional, pabrik Wuling Motor juga mengadaptasi teknologi global General Motor (GM) yaitu ‘Global Manufacturing System’ (GMS) yang digunakan di seluruh pabrikan GM di dunia, untuk memastikan bahwa Wujing Motor memenuhi standar internasional.
Wuling Motors juga telah membawa pemasok komponen internasional ternama yang akan menempati supplier park-nya dan juga telah bekerja sama dengan pemasok komponen lokal. Adapun mitra pemasok Wuling Motors antara lain; Bosch, Continental, dan PT Gajah Tunggal TBK.
“Sebagai bagian dari strategi lokal, 56% dari komponen MVP pertama Wuling Motors saat ini berasal dari supplier lokal. Kami juga akan terus meningkatkan jumlah pemasok komponen lokal untuk bergabung bersama kami di supplier park-nya,” tambah Xu Feiyun.
Hadir pada acara Chairuman of the board of SAIC Group and SGMW Mr. Chen Hong, Wakil Gubernur Provinsi Guang Xi Mr. LanTianli. (hms/rls)
