Resmi Beroperasi, Wuling Motors Harus Serap ‘Konten Lokal’

Resmi Beroperasi, Wuling Motors Harus Serap 'Konten Lokal'
0 Komentar

Selanjutnya JK inginkan, agar dalam waktu yang tidak lama, ‘konten lokal’, atau bisa dikatakan bahan-bahan lokal pada industri ini, akan lebih banyak lagi, dan lebih memberikan lapangan kerja yang baik kepada masyarakat Indonesia. “Jawa Barat provinsi di Indonesia yang terbanyak penduduknya, dan pusat industri. Ini bisa memberi contoh industri lain mengembangkan wilayah ini,” kata JK.

Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) pun mengapresiasi kecepatan hadirnya Wuling Motor di Indonesia. “Waktu tahun 2015 ground breaking, sekarang sudah beroperasi, mudah-mudahan hadirnya pabrik ini menghadirkan kebaikan untuk masyarakat Jawa Barat khususnya,” kata Aher.

Aher menilai positif hadirnya industri besar di Jawa Barat, selah satunya tenaga kerja Jawa Barat yang dapat terserap dengan baik. Terlebih Jawa Barat dan Provinsi Guang Xi, sebagai salah satu pemilik saham utama pada perusahaan Guangxi Automobile Grup, selain dua perusahaan lainnya yakni SAIC Motor Corporation Limited, General Motor (China), sudah ada hubungan akrab yakni hubungan Sister Province.

Baca Juga:Harkopnas ke-70: Gubernur, Wagub & Ketua TP PKK Jabar Raih PenghargaanKetua DPRD : Soal Kabid Bangunan Negara Cuma Salah Paham

Aher yakin, Jawa Barat juga menjadi pasar yang terbesar bagi industri ini. Dalam payung Sister Province tersebut, akan menghadirkan berbagai kerja sama lainnya yang menguntungkan.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, menjelaskan usaha otomotif ini hadir di Indonesia dengan investasi mendekati angka Rp 9 triliyun. Pabrik dibangun diatas lahan 60 hektar, dengan 30 hektar diantaranya dibangun supplier industrial park yang melibatkan 16 supplier, yang terdiri dari 14 suplier China, 1 dari Amerika Serikat, dan 1 dari Jerman.

Industri komponen terintegrasi ini mendukung perakitan kendaraan merek Wuling yang akan diproduksi. Kapasitas produksi bisa mencapai 120.000 unit per tahun, dengan target pasar domestik ataupun eksport ke pasar ASEAN.

“Seluruh rantai industri memperkejakan 3000 lebih tenaga kerja di wilayah Jawa Barat. Perusahan juga melakukan kerja sama dengan SMK, sebanyak 100 siswa SMK diberikan kesempatan belajar di China setiap tahunnya,” Jelas Airlangga.

“Industri otomotif telah menjadi industri andalan yang menopang pertumbuhan ekonomi nasional, dengan kontribusi sektor non-migas mencapai 10,47%, terbesar ketiga di bawah induatri makan dan minuman, dan komputer elektronik, dan peralatan listrik,” Ujarnya.

0 Komentar