“Kita harus punya pembibitan sapi perah sendiri yang memang itu tidak mudah dan biayanya besar, tapi kita berharap dengan adanya kita punya pembibitan, kita punya bibit yang unggulan. Cuman persoalannya kita kembali lagi pertenak yang nonaktif atau yang mau nambah sapi ini perlu dikasih pelajaran, pembinaan supaya pola pikir bisnisnya tidak hanya jual susu. Tapi dia (peternak) harus punya mental wirasusaha,” pungkas Aun.
KSP Rukun Mekar Bagi-bagi Modal ke Koperasi Lain
Selain KPBS Pangalengan, koperasi lain yang mendapat anugerah Satyalancana Wirakarya dari Presiden Jokowi tahun ini yaitu Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Rukun Mekar di Kampung Ciganitri, Desa Cipagalo, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Koperasi ini bergerak di bidang simpan-pinjam.
Tujuan dibentuknya KSP Rukun Mekar adalah membentuk pengusaha UKM dan Kecil agar mereka berdaya saing dengan pengusaha daerah lain. Anggotanya sudah mencapai 5.000 orang dengan 97% diantaranya anggota aktif. Mereka berasal dari beberapa kabupaten/kota yang bertetangga dengan Kabupaten Bandung. Terbanyak jumlah anggota dari Kabupaten dan Kota Bandung dengan sifat keangotaan sukarela.
Baca Juga:DELVIN: Pemkot Harus Tindak Tegas Tower NakalInilah Beberapa Program Infrastruktur Kang Toto di Dapil 6
KSP Rukun Mekar pada 2016 lalu berhasil membukukan hasil usaha hingga Rp 7,8 Miliar dengan omzet mencapai Rp 70 Miliar. Sementara total aset yang dimiliki mencapai Rp 67 Miliar. “Pinjaman terbesar kepada anggota Rp 300 juta dengan jasa 2 persen menabung. Bisa bersaing dengan bank karena hasil dari simpan pinjam dikembalikan ke anggtoa 72 persen dari hasil kotor. Modal dari anggota selaku pemilik. Jadi, anggota menyimpan, anggota memakai, hasilnya untuk anggota,” ungkap Juanda, Pendiri/Sekretaris KSP Rukun Mekar.
“Besaran jadi ditentukan oleh rapat anggota. Semua hal-hal yang dilakukan dari Rukun Mekar itu dari hasil rapat anggota. Pengurus cuma melaksanakan rapat anggota,” tambahnya.
Koperasi berusia 33 tahun ini telah mendapat banyak penghargaan tingkat nasional. Seperti Koperasi Berprestasi, Koperasi Award di Jambi 2016, dan pendirinya Hadna Setiadi menerima Satyalancana Wirakarya pada puncak Harkopnas ke-70 Tahun 2017.
“Itu (prestasi) merupakan motivasi untuk pengurus untuk meningkatkan pengabdian. Sebab di koperasi itu pengurus tidak mendapatkan honor atau gaji yang layak. Itu lebih besar diperhatikan, dikembalikan kepada anggotanya,” tutur Juanda yang juga putra sulung dari Hadna Setiadi.
