Dalam amanatnya yang dibacakan oleh Gubernur Ahmad Heryawan, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian menekankan, agar seluruh personel memberikan pelayanan secara all out. Tito menginstruksikan agar personel fokus pada titik rawan kecelakaan dan rawan macet, terutama pada puncak arus mudik yang diprediksi akan terjadi pada H-2 Idul Fitri dan puncak harus balik pada H+5 Idul Fitri.
“Untuk itu, pada kesempatan ini saya tekankan kepada seluruh jajaran untuk bekerja secara optimal. Fokus utama dalam menjaga kestabilan harga pangan, pemeliharaan Kamtibmas yang kondusif, serta keamanan dan kelancaran arus mudik dan arus balik dapat dilakukan secara berimbang,” tutur Tito dalam amatnya.
Selain itu, beberapa terobosan juga diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi para pemudik, seperti keberadaan fasilitas kesehatan/Ambulance Mobile, layanan BBM Mobile, WC umum, bengkel umum, dan layanan mobil derek, serta pendirian pos-pos pelayanan dan pengamanan yang dapat digunakan oleh para pemudik untuk beristirahat.
Baca Juga:1.802 Personil Gabungan Siap Amankan Jalur Mudik Di tasikKuota Haji Jabar Bertambah, Pelayanan Jemaah Harus Ditingkatkan
Operasi terpusat Ramadniya Tahun 2017 akan dilaksanakan selama 16 hari dengan melibatkan total 187.012 personel dari kepolisian, serta dibantu stakeholder terkait, mulai dari Kementerian/Lembaga, unsur TNI, hingga jajaran Pemda.
Pada pelaksanaan Operasi 2016 lalu, jumlah Lakalantas mengalami penurunan sebesar 72 kasus (2,36%) jika dibandingkan dengan 2015, begitu pula dengan korban meninggal dunia yang juga menurun sebanyak 88 jiwa (13,62%).
Namun demikian, data gangguan Kamtibmas pada operasi tahun 2016 mengalami kenaikan sebesar 233 kasus (13,89%) jika dibandingkan dengan tahun 2015. Sedangkan angka kejahatan secara umum juga naik sebesar 164 kasus atau sebesar 10,98%. (hms/rls)
