Bisa Jadi Percontohan, TPPAS Legok Nangka Akan Hasilkan Listrik

Bisa Jadi Percontohan, TPPAS Legok Nangka Akan Hasilkan Listrik
0 Komentar

BANDUNG – Tempat Pengolahan dan Pemrosesan Akhir Sampah (TPPAS) Regional Legok Nangka, Kabupaten Bandung akan bisa jadi percontohan TPPAS di Indonesia. Pasalnya, selain pemrosesannya menggunakan teknologi ramah lingkungan lalu out put yang dihasilkan adalah energi listrik.

“Kita harapkan bisa berjalan dengan baik, karena akan menjadi pelopor penanganan sampah berbasis teknologi modern, ramah lingkungan. Dan bernilai ekonomi karena sampah diubah menjadi energi (listrik),” kata Aher usai menerima Deputi Bidang Pengembangan Strategi dan Kebijakan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Robin Asad Suryo, di Gedung Pakuan, Jl. Otto Iskandinata No. 1, Kota Bandung, Selasa (20/6/17).

“Kalau ini (TPPAS Legok Nangka) jadi akan jadi legacy, karena kata orang ini ‘pecah telor’. Mudah-mudahan jadi yang pertama kali diantara proyek-proyek pengolahan sampah yang lain yang ada di negeri kita,” tambah Aher.

Baca Juga:Lapas Cikarang Resmi Tutup Pesantren Ramadhan Para NapiKhawatir Jalur Mudik Kena Bencana? Cek Infonya Di Posko BPBD Jabar

Teknologi yang digunakan di TPPAS Legok Nangka berbeda dengan di Nambo. TPPAS Nambo di Kabupaten Bogor menghasilkan sampah kering yang akan menjadi bahan bakar pembuatan semen. Proses di Nambo lebih sederhana serta berbiaya rendah.

“Kalau ini (TPPAS Legok Nangka) proses (pengolahan sampah) lebih panjang karena yang dihasilkan adalah pembakaran sampah sampai berubah menjadi energi (listrik),” tukas Aher.

“Tapi apapun teknologi yang digunakan hasilnya nanti pasti energi listrik. Harus kita hadapi, harus kita lalui, dan harus kita putuskan supaya memang pengelolaan sampah berbasis teknologi dan ramah lingkungan bisa terwujud,” lanjut Aher.

Aher juga menjelaskan bahwa pihaknya sedang berusaha untuk mendapat bantuan atau fasilitas dari Pemerintah Pusat. Karena salah satu kota dari tujuh kota di Indonesia yang ditunjuk untuk jadi contoh percepatan proyek pengelolaan sampah adalah Kota Bandung. Selain itu, TPPAS Legok Nangka juga sudah masuk dalam Proyek Strategis Nasional (PSN).

“Tapi di RDTR Kota Bandung tidak ada tempat pengolahan sampah, sehingga alternatifnya ya dialihkan ke Provinsi (TPA regional). Dan akan lebih bermanfaat ketika sampah Bandung Raya itu menjadi percepatan proyek nasional dalam penanganan sampah,” ujar Aher.

“Asalnya kan Kota Bandung saja tapi kemudian jadi Bandung Raya, jadi cakupan penyelesaian (sampah) jadi lebih luas ditambah dengan hasil energi listrik lebih banyak, karena sampah yang dibuang lebih banyak. Bagi PLN ini lebih menarik,” lanjutnya.

0 Komentar