“Yang menarik bagi saya dalam surat pernyataan sikap NU ini adalah point no dua. Yaitu dimana kurikulum 2013 seharusnya dikembangkan dalam penguatan karakter peserta didik, bukan penambahan jam belajar. Selain itu, kurikulum 2013 tidak menganut dikotomi antara ilmu dan akhlak,” katanya.
“Semua bidang ilmu yang diajarkan dari pagi hingga jam pulang sekolah dengan bobot nilai agama yang dikedepankan terlebih dahulu. Kalau ini didukung dan dimaksimalkan jauh lebih memberi nilai positif ketimbang FDS yang digagas oleh Mendikbud. Point inilah yang seharusnya dikaji lebih mendalam oleh Mendikbud,” pungkas Kang Uyan. (adk)
