Kondisi tersebut menurut dia, sudah sejak era Reformasi bergulir. Namun dia menampik jika kondisi ini karena lunturnya semangat nasionalisme, tetapi masyarakat menganggap sepele.
Menurut dia, tidak hanya memasang dan menghafal, masyarakat juga harus memahami, serta mengamalkan nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila di kehidupan sehari-hari. Harapannya, potensi perpecahan tidak terjadi di Indonesia karena perbedaan.
“Saya yakin setelah 1 Juni 2017 ini pasti kembali, rakyat akan bangga dengan Garuda dan Pancasila sebagai alat pemersatu bangsa,” ujar dia.
Baca Juga:Yana Zein Hembuskan Nafas Terakhirnya Di RS Mayapada JakselAher: Pancasila Perlu Dipahami, Dihayati & Diamalkan
Dirinya juga menyoroti tentang masih adanya sekolah yang tidak memperbolehkan hormat kepada bendera dan menyanyi lagu kebangsaan. “Seharusnya sejak usia dini diajarkan mengenai nasionalisme dan paham kebangsaan mengenai kemajemukan,” tandasnya.
Sementara salah seorang warga Kecamatan Playen, Nugroho, mengaku tidak hanya memasang gambar pancasila, tetapi dia juga memajang pahatan kayu Garuda Pancasila yang dibelinya dari wilayah Jepara, Jawa Tengah.
“Saya sengaja memasang pahatan Garuda di rumah untuk mengingatkan diri sendiri dan keluarga tentang pentingnya Pancasila dalam kehidupan berbangsa,” katanya. (dbs)
