“Bung Karno mengatakan Pancasila kalau diperas jadi Trisila, jika Trisila diperas akan menjadi Ekasila. Kalau Ekasila dalam pandangan saya seharusnya Ketuhanan Yang Maha Esa, tapi atas kebanggaannya atas apa yang ada di Indonesia, Bung Karno menyebut Ekasila adalah gotong royong sebagai kebanggaan kita semua,” papar Aher.
Aher juga menjelaskan bahwa negara tidak ditakdirkan untuk menyelesaikan semua persoalan masyarakat. Tapi negara ditakdirkan untuk menghadirkan konsolidasi dan pengelolaan potensi-potensi kebaikan untuk menyelesaikan persoalan yang ada di masyarakat. Untuk itu, gotong royong antar-semua elemen dalam Negara perlu dikedepankan, termasuk antara masyarakat dengan masyarakat.
“Gotong royonglah yang bisa menyelesaikan segala persoalan. Tidak mungkin semua persoalan bisa diselesaikan oleh Negara. Tidak mungkin Negara hadir di ruang-ruang yang sangat pelik, yang sangat rinci. Persoalan di ruang-ruang rinci itulah urusan kita dengan kita, manusia dengan manusia,” tutur Aher.
Baca Juga:14 Pasangan Pengantin Disabilitas Menikah Massal di Gedung SateSahabat Tak Menyangka Chatarina Wiedyawati Tewas Mengenaskan
“Oleh karena itulah, kalau ada got macet, ada jalan becek tidak harus kemudian laporan ke kepala dinas. Warga Negara yang baik adalah langsung memberdayakan dirinya. Kalau tidak menyelesaikan sendiri mengajak orang lain menyelesaikan bersama,” tambahnya.
Sementara itu, menurut Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat Netty Prasetiyani, contoh nyata gotong royong ada dalam kader-kader PKK, Posyandu, dan Pos Paud. Netty mengatakan meskipun kader PKK tidak diberikan TPP, insentif, maupun perbaikan tunjangan kinerja lainnya, mereka tetap setia dan konsisten dalam melaksanakan program pembangunan yang telah dicanangkan oleh pemerintah.
“Jika ingin melihat contoh nyata gotong royong, carilah perwujudan gotong royong yang sesungguhnya pada kader-kader PKK, Posyandu, Pos Paud,” ucap Netty dalam sambutannya.
“Kader PKK tidak kenal TPP, insentif, maupun perbaikan tunjangan kinerja. Pimpinan pun boleh berganti, tapi kader PKK tetap setia menjalankan program pembangunan yang dicanangkan pemerintah,” katanya.
Netty juga menambahkan bahwa gotong royong adalah kebutuhan hidup. Nilai gotong royong ada pada diri setiap insan manusia. Hal ini karena pada dasarnya manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain.
