KAB. KARAWANG – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mencanangkan Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) ke XIV dan Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-45 Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2017 di Lapangan Karangpawitan, Jl. Jenderal Ahmad Yani, Karangpawitan, Kabupaten Karawang, Selasa (16/5/17).
Dalam pencanangan ini, Aher mengajak segenap warga Jawa Barat memaknai gotong royong dan kesatuan gerak sebagai upaya bersama dalam menyelesaikan persoalan, khususnya yang ada di masyarakat. Gotong royong bisa dimulai dari lingkungan terkecil, yaitu keluarga. Bisa juga diaplikasikan dalam kehidupan bernegara.
Menurut Aher, sebenarnya tugas dalam rumah tangga tidak hanya harus dilakukan oleh seorang ibu. Begitu juga dalam kehidupan bernegara, distribusi tugas kenegaraan harus dilakukan secara merata dengan mengambil peran perempuan di dalamnya. Hal ini bisa diartikan distribusi tugas dalam keluarga dan Negara harus dilakukan secara adil.
Baca Juga:14 Pasangan Pengantin Disabilitas Menikah Massal di Gedung SateSahabat Tak Menyangka Chatarina Wiedyawati Tewas Mengenaskan
“Persoalannya adalah ketika tugas-tugas rumah tangga yang begitu pelik yang sering kali didistribusikan kepada kaum perempuan secara tidak adil. Maka hari ini situasi itu harus diakhiri. Mari kita distribusi tugas-tugas keluarga, tugas Negara secara berkeadilan,” ujar Aher dalam sambutannya.
Lanjut Aher, itulah makna dan nilai gotong royong yang sesungguhnya. Keluarga bisa menjadi pelopor implementasi makna gotong royong. “Mari kita hadirkan gotong royong dalam kehidupan kita. Gotong royong dalam konteks pembagian tugas kehidupan, pembagian tugas kenegaraan, termasuk pembagian tugas rumah tangga, mendidik anak dan lain sebagainya, dalam konteks berkeadilan laki-laki dan perempuan,” katanya.
“Jika gotong royong seperti ini sudah terjadi di masyarakat terkecil yaitu keluarga, maka saya amat sangat yakin jika di keluarga distribusi gotong royong sudah bagus maka di masyarakat pun, di pemerintahan pun, maka di kehidupan sosial pun, gotong royong akan berjalan dengan baik,” tambah Aher.
Distribusi tugas, menurut Aher, merupakan makna atau nilai gotong royong yang lebih hakiki. Dalam konteks keindonesiaan, gotong royong merupakan makna terdalam yang terkandung dalam Pancasila. Bahkan Presiden pertama RI Soekarno pernah berujar apabila Pancasila menjadi Ekasila, dengan merujuk pada nilai budaya dan kebiasaan bangsa Indonesia, makna Ekasila adalah gotong royong.
