Setelah ‘Anak Biologis HMI’, Akankah RK Jadi Sunan Kali Citepus?

Setelah ‘Anak Biologis HMI’, Akankah RK Jadi Sunan Kali Citepus?
0 Komentar

Sesat dan Menyesatkan
Pernyataan RK ini secara logika sesat (fallacy logic) dan menyesatkan. Mari kita bedah perkalimat pernyataan itu.
Premis 1 : Karena kedua orang tua saya aktivis HMI.
Kesimpulan 1 : Saya anak biologis dari HMI.
Premis 2 : Kalau tidak ada HMI.
Kesimpulan 2 : RK tidak ada.

Antara premis 1 dan kesimpulan 1 ini mengandung logika yang sesat. Coba kalau kata HMI itu diganti dengan kata lain yang berkonotasi negatif, tentu tidak akan muncul kesimpulan 1. Yang muncul pasti: “orang tua ya orang tua, anak ya anak, kejelekan orang tua tidak berarti kejelekan anak.” Maka kalimat yang benar di kesimpulan 1, harusnya: “Saya anak biologis dari aktivis (kader) HMI.”

Kesimpulan 1 menjadi premis 1a untuk kesimpulan 2. Di kesimpulan dua ini indikasi menyesatkan semakin kuat. Kalau dibuat dalam satu kalimat menjadi: ”Keberadaan RK tergantung dari keberadaan HMI” atau “HMI ada maka RK ada”.

Baca Juga:Adang Pertanyakan “Poligami Politik” KalingaMengapa Pesantren Traddisional Menjauhi Pola Hidup Matrealistis

Mari kita lihat latar belakang kelahiran HMI yang dibidani Lafran Pane. Lafran menilai kondisi mahasiswa muslim kala itu cukup memprihatinkan, terutama dari sisi pemahaman keagamaan. Maka, diperlukan sebuah organisasi yang bisa menjadi solusi bagi mahasiswa dan bangsa.

Coba kalau pemahaman mahasiswa saat itu dinilai Lafran sudah bagus, maka tidak akan lahir HMI. Bila ini jadi premis, dan digabungkan dengan pernyataan RK akan didapat kesimpulan: Mahasiswa sudah memahami Islam, maka tidak lahir HMI, dan tidak ada RK. Atau, kalau dibalik, RK ada karena mahasiwa yang belum paham Islam. Ini tentu sesat dan menyesatkan publik.

Ketika sebuah nalar dimulai dengan premis yang sesat, tentu akan melahirkan turunan-turunan kesimpulan yang menyesatkan.

Krisis Identitas
Pernyataan RK itu sebenarnya tidak bisa dilepaskan dari rentetan kejadian-kejadian lainnya. Terlihat sekali bahwa RK ingin mencitrakan diri dekat dengan Islam, pasca ditinggalkan fans yang kecewa akibat deklarasi cagub. Mulai dari pamer foto ibadah umroh, mengaku cucu kiai, dan mengubah logo dari jambul ke kopiah. Sesuatu yang wajar dalam perhelatan politik. Sah-sah saja.

Tapi, kalau dalam rangka itu, sampai mengaku anak biologis HMI, tentu terlalu berlebihan. Apalagi keturunan seorang ulama ataupun aktivis itu tidak menjamin kadar iman seseorang. Bayangkan anak nabi saja (Nabi Nuh) diazab sama Allah.

0 Komentar