BEIJING – Kedutaan Besar Indonesia untuk Tiongkok menilai empat kerja sama Sister Province antara Jawa Barat sudah tepat. Seperti diketahui, Jabar telah meneken empat MoU dengan Guangxi Zhuang, Chongqing, Sichuan, dan Heilongjiang selama sepekan ini.

Dubes Indonesia untuk Tiongkok, Soegeng Rahardjo menuturkan, keempat provinsi yang ada di wilayah Barat Tiongkok tersebut memiliki karakter yang sama dengan Jawa Barat mulai dari kultur pertanian, pariwisata dan juga industri manufakturnya.
“Banyak yang bisa dimanfaatkan dari kerja sama Sister Province tersebut. Misalnya di Chengdu itu pertanian, ada pabrik pakan terrnak yang cukup besar, Harbin memiliki teknologi penerbangan, di sana ada pusat teknologinya. Jadi saya nilai Jabar kerja sama dengan titik-titik yang tepat untuk tumbuh kembangkan Jabar, agar Jabar bisa maju, khususnya dan Indonesia pada umumnya,” ujar Soegeng yang ditemui usai menerima rombongan Pemerintah Provinsi Jawa Barat di Kedutaan Indonesia untuk Tiongkok, di Beijing, Kamis (11/5/2017).
Baca Juga:Di Harbin Jabar Tuntaskan Teken MoU Dengan Empat Provinsi TiongkokDorong Pengembangan Wisata, Keraton Perlu Bersinergi Dengan Berbagai Pihak
Meski demikian, Soegeng mengingatkan ada tiga hal lain yang harus Jabar lakukan selama menjalin sister province dengan keempat provinsi di Tiongkok tersebut yaitu menjalin kerja sama dengan pimpinan atau tokoh komunitas-komunitas di Tiongkok. Selain itu, menjalin informasi dengan akademisi dan tokoh pemuda di sana.
“Untuk bisa memanfaatkan keunggulan dengan Tiongkok selama ini harus diakui perlu bejar dengan mereka. Pembelajaran ini bisa didapat dari tokoh masyarakat, akademisi, dan tokoh-tokoh pemuda sehinga bisa memanfaatkan kerja sama dengan maksimal. Jadi kerja sama tidak hanya pada level pemerintah saja, melainkan dengan masyarakatnya juga agar ada ada persepsi dan understanding yang sama soal Tiongkok ini,” papar Soegeng.
Di sisi lain, Soegeng pun mengungkapkan ada beberapa provinsi dan kota di Indonesia yang juga menjalin sister province maupun sister city dengan Tiongkok. Di antaranya Jawa Timur dengan Nanjing, Jawa Tengah dengan Fuchian, serta Sidoarjo. “Mereka di antaranta seperti Jatim sudah memiliki pusat pemasaran produk-produk asal Jatim di Nanjing,” ujar dia.
Meski demikian, Soegeng menilai Jabar merupakan provinsi yang agresif dalam memanfaatkan kerja sama tersebut dan harus terarah. Soegeng berharap pada Jabar untuk intens komunikasi sebagai tindak lanjut kerja sama tersebut.
