Kang Jimmy Pertaruhkan Namanya untuk Petani Telukjambe

Kang Jimmy Pertaruhkan Namanya untuk Petani Telukjambe
1 Komentar

Disinggung mengapa para petani ditampung di RDB, Kang Jimmy menjelaskan, sebenarnya pemda kembali menawarkan agar para petani kembali lagi ke rumah susun. Tetapi karena alasan para petani tidak mau balik ke rumah susun, akhirnya Kang Jimmy mengambil alternatif solusi lain agar para petani tinggal di RDB untuk sementara waktu.

“Wong yang namanya habis ketemu presiden, masa sih gak kita sambut dengan baik. Saya pikir ini suatu kehormatan bagi para petani yang bisa tinggal sementara waktu di rumah dinas bupati, sambil kita menunggu penyelesaian persoalan yang sedang ditangani kementrian. Dan selama sebulan ini kita akan intens berkomunikasi dengan kementrian,” katanya.

Selama satu bulan, sambung Kang Jimmy, biaya hidup (makan dan minum) para petani sendiri ditanggung langsung oleh Kementrian Sosial. Yaitu dimana per satu orang petani akan dijamin kebutuhan biaya hidupnya Rp 900 ribu per jiwa selama satu bulan selama tinggal di RDB.

Baca Juga:Cegah Penimbunan, Polres Tasik Kota Bentuk Satgas Ketersediaan Bahan PanganHindari Sepeda Motor Minibus Terjun Ke Parit

“Oke bapak dan ibu, ini kesepakatannya saya tanda tangan ya. Doakan terus Pak Presiden supaya sehat, agar bisa menyelesaikan persoalan bapak dan ibu semuanya. Doakan terus kami pemerintah daerah, doakan terus Ibu Bupati dan saya agar bisa memimpin dengan adil untuk masyarakat Karawang,” ujarnya.

“Bismillahirrohmanirrohim, ini saya tanda tangan,” imbuh Kang  Jimmy, di hadapan ratusan pata petani yang kemudian membacakan “hadiahan” Al-Fatihah berjamaah yang dipimpin Kang Jimmy langsung.

Untuk diketahui, kesepakatan yang ditandatangani Kang Jimmy dengan para petani sendiri berisi mengenai kesepakatan para petani dengan presiden melalui Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sofyan A. Djalil. Yaitu dimana kementrian berjanji akan menyelesaikan persoalannya selama satu bulan.

Bahkan Sofyan A. Djalil berani mengundurkan diri dari jabatannya, ketika persoalan para petani dengan PT. Pertiwi Lestari ini tidak selesai selama satu bulan. Dan berdasarkan pantauan Jabar Publisher di RDB Karawang, Kang Jimmy sendiri terlihat meneteskan air mata saat menandatangani kesepakatan dengan para petani.

Tangisan Kang Jimmy tersebut direspon oleh isak tangis para petani, khususnya para petani dari kalangan ibu-ibu yang terlihat sedang khuyu membacahkan do’a dan surat Al-Fatihah yang dipimpin Kang Jimmy langsung.  (adk)

1 Komentar