CIREBON – Berawal adanya issue akan diliburkannya kegiatan produksi giling tebu, spontan membuat ratusan karyawan meradang dan langsung melakukan aksi penyegelan Unit PG Sindanglaut, Kabupaten Cirebon, Kamis (27/4/2017).
Dengan tujuan menuntut kepastian dan jawaban dari pihak Direksi Unit PG Sindanglaut dan PT PG Rajawali II Cirebon atas kelangsungan nasib karyawan. Selain sudah melakukan aksi penyegelan di Unit PG Sindanglaut, ratusan karyawan Unit PG Sindanglaut pun mengancam akan turun aksi dengan skala massa besar-besaran untuk melakukan penyegelan paksa Kantor Direksi Unit PT PG Rajawali II Cirebon yang berlokasi di Jalan Wahidin Nomor 46 Sukapura Kejaksan, Kota Cirebon.
Ratusan karyawan pun akan melakukan aksi menginap bersama di PG Sindanglaut. Perwakilan karyawan PG Sindanglaut, Daud, kepada “Jabarpublisher.com mengatakan, aksi yang dilakukan ratusan karyawan tersebut tidak lain sebagai bentuk soliditas Keluarga Besar Karyawan PG Sindanglaut atas tidak adanya kejelasan pasti dari pihak Direksi Unit PG Sindanglaut maupun PT PG Rajawali II Cirebon atas dihentikannya produksi atau giling tebu yang merupakan aktifitas utama dan sumber penghidupan ratusan karyawan.
“Kami para karyawan menuntut kejelasan pihak Direksi Unit PG Sindanglaut maupun Direksi PT PG Rajawali II Cirebon atas kelangsungan nasib kami, yang jelas kami juga menolak keras penutupan Unit PG Sindanglaut yang dirasa tidak sesuai dengan prosedur. Kami menuntut hak normatif kami sebagai karyawan, bukan dibuang begini saja,” keluh Daud.
Baca Juga:Bacabup Cirebon dari Birokrat Akhirnya Gelar DeklarasiPengurus Purna Paskibraka Jabar Resmi Dilantik
Daud pun menegaskan, bila dalam waktu dekat tidak ada kejelasan dan jawaban pasti dari pihak jajaran Direksi, Keluarga Besar karyawan PG Sindanglaut tidak segan melakukan aksi massa dengan skala besar-besaran untuk meluruk dan menggruduk paksa tutup Kantor Direksi PT PG Rajawali II Cirebon. “Masa Unit PG Sindanglaut yang merupakan perusahaan milik BUMN tidak melewati prosedur dan tahapan yang baik dalam meliburkan dan menghentikan para karyawannya, jelas kami butuh jawaban dan meminta hak-hak kami. Itu saja,” tegasnya.
Sementara itu, ketika menemui ratusan karyawan Unit PG Sindanglaut yang tengah melakukan aksi, Direktur Utama PT PG Rajawali II Cirebon, Audry H. Jolly Lapian mencoba menjelaskan duduk persoalan yang tengah melanda PT PG Rajawali II Cirebon, namun ratusan karyawan menolak alasan-alasan yang disampaikannya. Dimana Ratusan karyawan hanya menuntut Unit PG Sindanglaut untuk tetap dapat beroperasi sedia kala.
