Sebelumnya, tepatnya dua tahun lalu perusahaan lain, yaitu Toyota Motors Indonesia juga telah berpartisipasi menanam Mangrove di Pantura Kabupaten Karawang. Saat ini, kawasan yang telah ditanami Mangrove tersebut telah lestari dan menjadi hutan Mangrove. Bahkan, kawasan ini akan menjadi percontohan atau pilot project untuk pengembangan kawasan wisata.
Mangrove adalah tanaman yang tepat untuk didayagunakan sebagai pagar penahan abrasi. Bahkan Mangrove mempunyai peran ganda, yaitu selain menahan laju gelombang juga sebagai ekosistem satwa seperti burung di sekitar pantai yang kini mulai punah. Di samping itu, Mangrove juga berpotensi besar menjadi kawasan wisata alam jika sudah besar dan rindang.
Pada kesempatan ini, dilaksanakan pula ground breaking Jabaeco atau Pengelolaan Sampah Terpadu untuk membuat kawasan pantai dan laut yang bersih dari sampah, sehingga lebih enak dipandang, serta bermanfaat untuk menjaga kelestarian biota laut. Dengan demikian, laut sebagai salah satu sumber perekonomian utama Jawa Barat dan juga nasional dapat memberikan manfaat yang lebih tinggi dan berkelanjutan. Pembangunan pengelolaan sampah ini merupakan hasil kerjasama perusahaan-perusahaan di Jababeka.
Baca Juga:PT YIMM Luncurkan Generasi Baru V-Ixion Pada Ajang IIMSBambang Gantolet Hembuskan Nafas Terakhirnya di RS BDH
“Kita ga bisa sendiri, dalam konsep Jabar Masagi. Ada pihak swasta, pemerintah, akademisi, kemudian juga masyarakat. Ini juga kalau misalnya sudah ada pengelolaan sampah, semestinya yang operate dikelola oleh masyarakat, supaya dia (masyarakat) terlibat dalam pengelolaan sampah bukan duduk tenang-tenang diam. Kita kan memfasilitasi sebenarnya,” pungkas Demiz. (hms/rls)
